Analisis Realisasi Penambangan Menggunakan Data Terrestrial Laser Scanner (TLS) Pada Bulan Juni 2024 (Studi Kasus Pit 3 Timur Banko Barat PT Bukit Asam)
Selama rangkaian penambangan di Pit 3 Timur Banko Barat,
PT Bukit Asam, Tbk. sering terjadi overcut dan undercut sebagai akibat
dari ketidaksesuaian antara desain rencana penambangan dengan
realisasi di lapangan. Ketidaksesuaian ini dapat terjadi berulang kali
setiap bulannya akibat material undercut, dibuktikan dengan data
rekonsiliasi pada bulan Mei dan Juni 2024. Sehingga perlu dilakukan
rekonsiliasi pada bulan Juni 2024 untuk mengetahui ketidaksesuaian
antara desain mineplan dengan realisasi, mendapatkan faktor penyebab,
dan solusi untuk meminimalisir ketidaksesuaian yang terjadi. Analisis
dilakukan dengan cara menumpangsusunkan peta kemajuan tambang
dengan desain rencana tambang, membuat penampang melintang,
menganalisis perbandingan volume dari aktivitas penambangan
terakhir menggunakan TLS dan data ritase, menganalisis faktor
penyebab dengan data aktual untuk mendapatkan solusi dari masalah.
Hasil analisis membuktikan bahwa pada bulan Juni 2024
ketidaksesuaian overcut dan undercut terjadi pada penambangan
swakelola dengan total selisih galian overburden sebesar 8.244 BCM
sedangkan untuk batubara sebesar 59.730 Ton. Dari hasil observasi
lapangan, penyebab ketidaksesuaian tersebut adalah produktivitas alat
muat yang rendah, ketidakserasian peralatan mekanis yang digunakan,
dan faktor pengawasan. Beberapa tindakan dapat dilakukan seperti
optimalisasi EWH pada alat-alat berat yang digunakan, dan
meningkatkan pengawasan di lapangan untuk meminimalisir
ketidaksesuaian.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602100039
Keyword
rekonsiliasi terrestrial laser scanner ketidaksesuaian