(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

MODEL GEOPROCESSING UNTUK OTOMATISASI PEMROSESAN PETA BAHAYA BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN MENGGUNAKAN MODEL BUILDER DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT


View/Open

Author
AUDYA, EKA PUTRI

Date Published
02 Oct 2026

Advisor
Ilyas, S.Si., M.T.,
Meraty Ramadhini, S.S.T., M.T.,

Subject
Teknik Geomatika

Publisher


Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana yang berdampak besar terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kondisi sosial dan ekonomi, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan lahan yang tinggi seperti Kabupaten Lampung Barat. Upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan memerlukan dukungan informasi spasial yang akurat melalui penyusunan peta bahaya. Namun, pembuatan peta bahaya hingga saat ini masih banyak dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dan berpotensi menghasilkan keluaran yang kurang konsisten apabila prosesnya diulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model otomatisasi pengolahan data spasial berbasis Model Builder dengan memanfaatkan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis dalam penyusunan peta bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lampung Barat. Proses analisis mengacu pada pedoman dalam Modul Teknis Penyusunan Peta Kajian Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan BNPB tahun 2019. Parameter yang digunakan meliputi tutupan lahan, curah hujan, dan jenis tanah. Setiap parameter diproses melalui tahapan klasifikasi dan pemberian skor sesuai tingkat pengaruhnya terhadap potensi kebakaran. Seluruh parameter kemudian dikonversi ke dalam bentuk raster dan digabungkan menggunakan metode weighted overlay untuk menghasilkan Indeks Bahaya Kebakaran dengan kelas rendah, sedang, dan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Lampung Barat berada pada kategori bahaya kebakaran sedang, sedangkan sebagian wilayah lainnya termasuk dalam kategori rendah. Perbandingan antara metode manual dan metode otomatisasi v menunjukkan bahwa penggunaan Model Builder mampu mempercepat waktu pemrosesan data sebesar 14.29%. Selain mempercepat waktu pengolahan, model otomatisasi yang dikembangkan menghasilkan alur kerja yang lebih sistematis, konsisten, dan mudah diterapkan kembali. Oleh karena itu, model geoprocessing otomatis ini dapat dimanfaatkan sebagai solusi dalam mendukung pemetaan bahaya kebakaran hutan dan lahan serta sebagai bahan pendukung pengambilan keputusan dalam upaya mitigasi bencana.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602060006

Keyword
Kebakaran hutan dan lahan Model geoprocessing Otomatisasi Model builder SIG Lampung Barat