Studi Hubungan Polaritas Medan Magnetik Matahari terhadap Aktivitas Matahari sepanjang Siklus 24 Matahari
Aktivitas seperti bintik Matahari, flare, dan Coronal Mass Ejection (CME) disebut sebagai aktivitas Matahari yang mengalami perubahan secara periodik dan memiliki variasi dalam satu siklus. Salah satu fenomena penting dalam siklus aktivitas Matahari adalah pembalikan polaritas medan magnetik pada kutub Matahari yang terjadi setiap sekitar 11 tahun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara polaritas medan magnetik Matahari dengan aktivitas Matahari selama siklus Matahari ke-24 yang berlangsung dari tahun 2008 hingga 2019. Data yang digunakan meliputi kekuatan medan magnetik kutub dari Wilcox Solar Observatory (WSO), jumlah bintik Matahari, jumlah fluks F10,7 dari OMNIWeb, dan Total Solar Irradiance (TSI) dari web LISIRD. Metode yang digunakan adalah analisis korelasi Spearman, uji P-value, dan cross-correlation untuk mengetahui hubungan antara medan magnetik Matahari dengan aktivitas Matahari. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa siklus Matahari ke-24 memiliki fluktuasi yang lebih lemah dan stabil dibandingkan dengan siklus sebelumnya yaitu siklus Matahari ke-23. Meskipun korelasi antara medan magnetik dan aktivitas Matahari secara statistik sangat lemah atau tidak signifikan, keduanya tetap memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Analisis lag time antara medan magnetik dengan aktivitas Matahari menunjukan adanya keterlambatan waktu selama 21 - 42 hari yang menandakan bahwa medan magnetik global tidak langsung merespon aktivitas Matahari melainkan melalui proses transportasi fluks permukaan Matahari yang kompleks.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602060001
Keyword
medan magnetik aktivitas Matahari korelasi Spearman P-value cross-correlation