(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

PEMODELAN BENCANA TSUNAMI MENGGUNAKAN METODE COMCOT DAN ANALISIS KERENTANAN FISIK DI WILAYAH TELUK LAMPUNG


Wilayah pesisir Teluk Lampung memiliki kerentanan tinggi terhadap tsunami akibat posisinya pada zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hidrodinamika tsunami, mengevaluasi kerentanan fisik pesisir, serta memetakan zonasi risiko tsunami terintegrasi untuk optimalisasi mitigasi bencana. Metodologi penelitian menggunakan Cornell Multi-grid Coupled Tsunami Model (COMCOT) dengan tiga skenario tektonik (Mw 7.0, 8.0, dan 9.0), sistem nested grid beresolusi tertinggi 8,25 meter, mengintegrasikan data batimetri GEBCO dan DEMNAS. Analisis kerentanan fisik dilakukan melalui weighted overlay empat parameter (proximitas pantai 40%, elevasi 35%, proximitas sungai 15%, kelerengan 10%) menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil simulasi menunjukkan eskalasi progresif parameter hidrodinamika: Mw 7.0 menghasilkan wave amplitude 3,5 m, velocity 5,0 m/s, dan run-up 4,5 m; Mw 8.0 mencapai 9,5 m, 12,5 m/s, dan 9,5 m; sedangkan Mw 9.0 mencapai nilai ekstrem 22,0 m, 22,0 m/s, dan 25,0 m dengan penetrasi genangan hingga 5-8 km. Zona kerentanan fisik sangat tinggi teridentifikasi seluas 8.247,12 ha (18,57% area kajian) pada elevasi <5 mdpl dan jarak pantai <500 m. Integrasi hidrodinamika dan kerentanan fisik menghasilkan zona risiko sangat tinggi yang meningkat dari 566 ha (Mw 7.0), 3.295,35 ha (Mw 8.0), hingga 13.539,11 ha (Mw 9.0), dengan Katibung, Teluk Pandan, dan Teluk Betung sebagai hotspot prioritas. Penelitian menghasilkan peta jalur evakuasi berbasis cost-distance analysis dan merekomendasikan pembangunan vertical evacuation building dengan distribusi maksimum 500 meter serta zonasi building restriction zone sebagai instrumen perencanaan tata ruang pesisir berbasis pengurangan risiko bencana.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602050030

Keyword
tsunami COMCOT kerentanan fisik Teluk Lampung pemodelan numerik mitigasi bencana