PENGARUH UKURAN CACAHAN DAN LAMA PENGOMPOSAN SABUT KELAPA SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR MERANG (Volvarierra volvacea)
Shinta Ellya 121330056
Pembimbing : Indira Hapsarini, S.T.P., M.T.P., Dr. Elsa Windiastuti, S.TP., M.Si.
ABSTRAK
Sabut kelapa merupakan limbah pertanian yang berpotensi sebagai media tanam alternatif untuk budidaya jamur merang (Volvariella volvacea). Produksi kelapa Indonesia mencapai 2,90 juta ton per tahun, menghasilkan limbah sabut 35% yang berpotensi mencemari lingkungan. Budidaya jamur merang menghadapi keterbatasan media jerami padi akibat persaingan sebagai pakan ternak, sehingga diperlukan media alternatif berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ukuran cacahan dan lama pengomposan sabut kelapa terhadap karakteristik media tanam serta sifat fisikokimia jamur merang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor: ukuran cacahan (S1: 1–5 cm, S2: 6–10 cm, S3: utuh) dan lama pengomposan (t1: 5 hari, t2: 10 hari). Media tanam dibuat dari 2 kg sabut kelapa yang dicampur dedak padi 7% (b/b), kapur dolomit 200 gram, dan larutan EM4 0,4% (b/v). Parameter yang diuji meliputi karakteristik media tanam sebelum dan sesudah penanaman (pH, daya serap air, kadar air, kadar abu, dan kadar karbon terikat), serta sifat fisikokimia jamur merang (jumlah, diameter, panjang, berat total, kadar air, dan kadar protein). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan ukuran cacahan dan lama pengomposan berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik media tanam. Cacahan halus (S1) menghasilkan pH (6,88), daya serap air (49,21%), dan kadar air (76,75%) tertinggi, sedangkan cacahan utuh (S3) menghasilkan karbon terikat (27,67%) tertinggi. Pengomposan 10 hari menghasilkan kadar abu lebih tinggi (23,12%) dibanding 5 hari (19,80%). Perlakuan S2t2 menghasilkan produktivitas jamur merang terbaik dengan jumlah tertinggi (11,00 buah), berat total tertinggi (100,33 gram), diameter tertinggi (2,42 cm), panjang tertinggi (2,58 cm), dan kadar air tertinggi (90,17%). Perlakuan S1t2 menghasilkan kadar protein tertinggi (20,28%).
Kata kunci: jamur merang, media tanam, pengomposan, sabut kelapa, ukuran cacahan
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602050009
Keyword