Pengaruh Ukuran Partikel Dan Konsentrasi Serbuk Biji Kelor
(Moringa oleifera) Sebagai Biokoagulan Pada Pengolahan Limbah
Cair Industri Tahu
Limbah cair tahu mengandung bahan organik dan nutrien tinggi yang
menyebabkan nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical
Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) melampaui
baku mutu sehingga berpotensi mencemari lingkungan perairan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ukuran partikel serbuk
biji kelor dan konsentrasi koagulan terhadap efektivitas pengolahan
limbah cair tahu. Manfaat penelitian ini adalah memberikan alternatif
biokoagulan alami yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan
bagi industri tahu. Lingkup penelitian meliputi pengolahan limbah cair
tahu melalui proses koagulasi–flokulasi menggunakan serbuk biji kelor.
Batasan penelitian ditetapkan pada variasi ukuran partikel 100, 200, dan
300 mesh serta konsentrasi koagulan 2–5 g/L pada skala laboratorium.
Metodologi penelitian menggunakan metode jar test dengan
Rancangan Acak Lengkap dua faktor dan analisis data menggunakan
uji ANOVA serta uji lanjut Tukey HSD. Interpretasi data menunjukkan
bahwa ukuran partikel dan konsentrasi koagulan berpengaruh nyata
terhadap penurunan kekeruhan, COD, TSS, Total Dissolved Solids
(TDS), dan Total Solids (TS), namun tidak berpengaruh signifikan
terhadap pH. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum pada
ukuran partikel 200 mesh dan konsentrasi koagulan 5 g/L dengan
efisiensi penurunan turbiditas 76%, COD 86%, TSS 79%, TDS 76%,
dan TS 77%.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602040061
Keyword
Biji Kelor Koagulasi-Flokulasi Konsentrasi Koagulan Limbah Cair Tahu Ukuran Partikel