ANALISIS POTENSI INUNDASI TSUNAMI BERBASIS NUMERIKAL DAN MODEL ELEVASI DIGITAL DARI FOTOGRAMETRI PADA KAWASAN TELUK BETUNG LAMPUNG
Teluk Betung, Lampung merupakan kawasan pesisir yang rentan terhadap bencana tsunami karena berhadapan langsung dengan Selat Sunda dan memiliki karakteristik teluk semi tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjalaran gelombang tsunami, waktu tiba gelombang, serta potensi inundasi di wilayah Teluk Betung menggunakan pemodelan numerik Cornell Multi-grid Coupled Tsunami Model (COMCOT). Data topografi daratan diperoleh dari fotogrametri UAV berbasis Structure from Motion (SfM) beresolusi tinggi dan dikombinasikan dengan data batimetri melalui pendekatan nested grid. Simulasi dilakukan menggunakan dua skenario gempa megathrust, yaitu Mw 8,7 dan Mw 8,9. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gelombang tsunami mulai memasuki Teluk Lampung sekitar 1 jam 24 menit setelah kejadian gempa, dengan puncak gelombang terjadi pada sekitar 1 jam 42 menit. Luas wilayah yang berpotensi tergenang tsunami pada skenario Mw 8,7 mencapai sekitar 156,09 ha, sedangkan pada skenario Mw 8,9 meningkat menjadi sekitar 174,27 ha. Genangan didominasi oleh ketinggian sedang hingga tinggi, dengan jarak inundasi maksimum yang bervariasi antar kecamatan, berkisar antara ±230 m hingga ±880 m dari garis pantai dan terkonsentrasi pada wilayah pesisir tertentu.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602040045
Keyword
Tsunami COMCOT Inundasi Fotogrametri UAV Teluk Betung