ANALISIS INDIKASI PERGERAKAN VERTIKAL TANAH MENGGUNAKAN METODE GNSS STATIK DIFERENSIAL (24 JAM) - BANDAR LAMPUNG
Pergerakan vertikal permukaan tanah merupakan fenomena yang perlu mendapat perhatian, khususnya di wilayah perkotaan pesisir yang berkembang pesat. Kota Bandar Lampung diduga mengalami perubahan elevasi permukaan tanah akibat pengaruh kondisi geologi dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kumulatif pergerakan permukaan tanah di Kota Bandar Lampung selama periode 2024–2025 berdasarkan pengamatan GNSS tahap 2, serta mengevaluasi pengolahan data GNSS menggunakan perangkat lunak GAMIT dan GLOBK. Pengamatan GNSS dilakukan dengan metode statik selama sekitar 24 jam pada lima titik pengamatan, yaitu SKRJ, KMLG, PJNG, TBTM, dan TKBR. Data GNSS diolah dalam kerangka referensi global ITRF dan dianalisis berdasarkan selisih tinggi ortometrik antar-epok. Hasil penelitian menunjukkan variasi arah dan besarnya pergerakan vertikal pada setiap titik. Stasiun SKRJ mencatat peningkatan elevasi terbesar sebesar +1,099 m, diikuti oleh KMLG sebesar +0,949 m, serta PJNG sebesar +0,271 m. Sebaliknya, stasiun TBTM dan TKBR mengalami penurunan elevasi masing-masing sebesar 0,465 m dan 0,547 m. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi permukaan tanah di Kota Bandar Lampung bersifat heterogen secara spasial. Perubahan yang teramati masih bersifat indikatif, sehingga pemantauan GNSS secara berkelanjutan diperlukan untuk memahami pergerakan vertikal permukaan tanah serta potensi dampaknya terhadap kestabilan lahan dan infrastruktur.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602040023
Keyword
GNSS pergerakan vertikal permukaan tanah perubahan elevasi indikasi penurunan muka tanah Bandar Lampung