EKSTRAKSI BIJIH EMAS ASAL PESAWARAN MENGGUNAKAN KOMBINASI NATRIUM TIOSIANAT DAN TIOUREA SEBAGAI AGEN PELINDI
Sianidasi sebagai metode konvensional ekstraksi emas memiliki risiko
toksisitas tinggi, sehingga diperlukan pengembangan agen pelindi
alternatif yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, proses sianidasi
umumnya membutuhkan waktu pelindian yang relatif lama.
Penggunaan kombinasi ligan alternatif seperti natrium tiosianat dan
tiourea berpotensi meningkatkan laju pelindian emas. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstraksi emas menggunakan
kombinasi ligan ganda natrium tiosianat dan tiourea. Penelitian
dilakukan melalui metode pelindian pada bijih emas asal Pesawaran
berukuran 74 mikron. Karakterisasi sampel dilakukan menggunakan
XRF, XRD, dan AAS. Parameter yang diuji meliputi variasi
konsentrasi natrium tiosianat (0,01 M; 0,05 M; dan 0,1 M), konsentrasi
tiourea (0,001 M; 0,005 M; dan 0,01 M), serta persen padatan (10%,
20%, dan 30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pelindian
optimum dicapai pada 1 jam dengan persen ekstraksi sebesar 47%.
Konsentrasi natrium tiosianat 0,01 M memberikan hasil paling efektif
dengan persen ekstraksi 47%, sedangkan konsentrasi tiourea 0,01 M
menghasilkan persen ekstraksi tertinggi sebesar 55%. Variasi persen
padatan menunjukkan bahwa persen padatan 10% memberikan hasil
optimum dengan perolehan ekstraksi sebesar 40%. Penelitian ini
mengonfirmasi adanya potensi sinergis antara natrium tiosianat dan
tiourea dalam melarutkan emas pada kondisi yang lebih ramah
lingkungan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602040014
Keyword
ekstraksi emas ferri klorida hidrometalurgi natrium tiosianat tiourea