(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

EKSTRAKSI BIJIH EMAS ASAL PESAWARAN MENGGUNAKAN KOMBINASI NATRIUM TIOSIANAT DAN TIOUREA SEBAGAI AGEN PELINDI


Sianidasi sebagai metode konvensional ekstraksi emas memiliki risiko toksisitas tinggi, sehingga diperlukan pengembangan agen pelindi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, proses sianidasi umumnya membutuhkan waktu pelindian yang relatif lama. Penggunaan kombinasi ligan alternatif seperti natrium tiosianat dan tiourea berpotensi meningkatkan laju pelindian emas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstraksi emas menggunakan kombinasi ligan ganda natrium tiosianat dan tiourea. Penelitian dilakukan melalui metode pelindian pada bijih emas asal Pesawaran berukuran 74 mikron. Karakterisasi sampel dilakukan menggunakan XRF, XRD, dan AAS. Parameter yang diuji meliputi variasi konsentrasi natrium tiosianat (0,01 M; 0,05 M; dan 0,1 M), konsentrasi tiourea (0,001 M; 0,005 M; dan 0,01 M), serta persen padatan (10%, 20%, dan 30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pelindian optimum dicapai pada 1 jam dengan persen ekstraksi sebesar 47%. Konsentrasi natrium tiosianat 0,01 M memberikan hasil paling efektif dengan persen ekstraksi 47%, sedangkan konsentrasi tiourea 0,01 M menghasilkan persen ekstraksi tertinggi sebesar 55%. Variasi persen padatan menunjukkan bahwa persen padatan 10% memberikan hasil optimum dengan perolehan ekstraksi sebesar 40%. Penelitian ini mengonfirmasi adanya potensi sinergis antara natrium tiosianat dan tiourea dalam melarutkan emas pada kondisi yang lebih ramah lingkungan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602040014

Keyword
ekstraksi emas ferri klorida hidrometalurgi natrium tiosianat tiourea