ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH MENGGUNAKAN METODE GLOBAL NAVIGATION SATTELITE SYSTEM (GNSS) – LAMPUNG SELATAN DAN PESAWARAN
Di Indonesia Fenomena penurunan muka tanah (land subsidence) menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan akan dampak yang dapat ditimbulkan, khusunya pada wilayah pesisir yang dapat berpotensi terjadinya kerusakan terhadap infrastruktur dan risiko bencana seperti banjir. Pada wilayah pesisir Lampung seperti di Lampung Selatan dan Pesawaran yang menjadi lokasi penelitian ini, wilayah tersebut memiliki karakteristik geologi dan dinamika pemanfaatan ruang yang dapat memungkinkan terjadinya penurunan pada elevasi permukaan tanah, sehingga diperlukannya kegiatan pemantauan secara berkala untuk mengamati pola perubahannya.\ Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknologi GNSS dalam upaya memperoleh gambaran awal mengenai perubahan koordinat vertikal melalui pemantauan titik-titik kontrol. Metode ini dilakukan dengan mengamati pada enam titik kontrol yang masing-masing berada di Lampung Selatan dan di Pesawaran. Hasil analisis penelitian menunjukkan adanya variasi perubahan koordinat pada masing masing titik pengamatan tahun 2024-2025, khususnya pada nilai koordinat vertikal yang mengindikasikan potensi terjadinya penurunan muka tanah. Nilai perubahan di titik KTBQ yang terletak di Kecamatan Tarahan dan KLDQ di Kecamatan Kalianda terindikasi mengalami penurunan dengan nilai sebesar -0,052 m dan -0.009 m. Pada titik SDMQ kecamatan Sidomulyo, BHNQ kecamatan Bakauheni, TPDQ kecamatan Teluk Pandan dan PCMQ kecamatan Padang Cermin tidak menunjukan adanya indikasi penurunan, bahkan pada titik-titik tersebut cenderung terindikasi mengalami kenaikan, dengan perubahan nilai masing-masing yaitu SDMQ sebesar 0.003 m, BHNQ sebesar 0.036 m, TPDQ sebesar 0.003 m dan PCMQ sebesar 0.012 m.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602030062
Keyword
Penurunan Muka Tanah (land subsidence) Global Navigation Sattelite System (GNSS) GAMIT/GLOBK