Perencanaan Bangunan Breakwater untuk Penanggulangan Abrasi pada Pantai Batu Karas, Pangandaran, Provinsi Jawa Barat
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai 99.083 km
menghadapi dinamika pesisir akibat pengaruh gelombang, arus,
sedimentasi, dan aktivitas manusia. Salah satu lokasi yang mengalami
abrasi signifikan adalah Pantai Batukaras di Kabupaten Pangandaran,
di mana abrasi musiman diperkuat oleh karakter pantai bertipe
longshore bar and trough yang memiliki energi gelombang sedang
hingga tinggi. Kondisi ini menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan
mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga diperlukan perencanaan
breakwater untuk mereduksi energi gelombang sebelum mencapai
pantai. Penelitian ini bertujuan menentukan arah angin dominan, tinggi
gelombang rencana dan periode ulangnya, Design Water Level (DWL),
dimensi utama breakwater, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB)
untuk mitigasi abrasi. Data angin 2015–2024 diperoleh dari
Copernicus, data batimetri dari Big Data Batnas dan Google Earth Pro,
serta data pasang surut dari SRGI yang dihitung dengan metode Least
Square. Analisis gelombang dilakukan melalui hindcasting dan analisis
frekuensi menggunakan distribusi Gumbel dan Log Pearson III,
sedangkan perencanaan breakwater mengacu pada kala ulang 50 tahun.
Hasil menunjukkan angin dominan berasal dari selatan. Tinggi
gelombang rencana sebesar 2,07 m dengan periode 7,74 detik. DWL
bernilai 1,61 m. Breakwater direncanakan pada elevasi −2,7 m
sepanjang 600 m yang dibagi menjadi delapan unit masing-masing 50
m dengan celah 25 m. Total RAB mencapai Rp 51.000.000.000,00.
Penelitian ini diharapkan menjadi acuan teknis mitigasi abrasi di Pantai
Batukaras.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602020004
Keyword
Breakwater, Gelombang Rencana, DWL, Batukaras, RAB