(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN METODE BISHOP DAN FELLENIUS MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSTUDIO SLOPE/W PADA DAERAH WAY GEBANG, PESAWARAN, LAMPUNG


View/Open

Author
Octaleoni, Pakpahan

Date Published
15 Jan 2026

Advisor
Rezki Naufan Hendrawan, S.T., M.T,

Subject
Teknik Geologi

Publisher


Daerah way Gebang, Kabupaten Pesawaran, Lampung, tersusun atas litologi metamorf, sedimen dan vulkanik yang berkembang akibat pengaruh tektonik Busur Sunda dari proses subduksi Lempeng Indo – Australia kebawah Lempeng Erusia. Penelitian bertujuan untuk menganalisis satuan geomorfologi, stratigrafi dan sturktur geologi yang mengontrol perkembangan bentang alam serta mengevaluasi kestabilan lereng pada wilayah penelitian. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari tiga satuan geomorfologi, yaitu Satuan Denudasional, Satuan Perbukitan Struktural Terdenudasi, dan Satuan Teras Pantai. Secara stratigrafi, batuan penyusun tersusun dari urutan umur tua hingga muda yang meliputi satuan sekis, satuan marmer, satuan batupasir, satuan konglomerat dan satuan tuf. Struktur geologi yang berkembang berupa kekar berarah dominan barat laut – tenggara dan timur laut – barat daya, yang mengindekasikan pengaruh tegas tektonik kompresi regional. Analisis kestabilan lereng menggunakan metode keseimbangan batas (limit equilibrium method) dengan pendekatan metode Bishop dan Fellenius, serta pemodelan menggunakan perangkat lunak Geostudio Slope/W. Hasil analisis pada tiga lokasi menunjukkan perbedaan sifat fisik serta mekanika tanah berupa perubahan kadar air, berat volume, kohesi dan sudut geser dalam yang dipengaruhi oleh tingkat pelapukan batuan induk. Hasil pemodelan pada lereng L.1 memiliki nilai fakor keamanan (FK) 1,148 (Bishop) dan 1,057 (Fellenius) yang tergolong kritis, sedangkan lereng L.2 dan lereng L.3 memiliki nilai faktor keamanan (FK) < 1 sehingga dikategorikan labil dan berpotensi longsor. Perbedaan nilai FK pada kedua metode dipengaruhi oleh pertimbangan keseimbangan gaya vertikal pada metode Bishop yang tidak digunakan pada metode Fellenius. Ketidakstabilan lereng dipengaruhi oleh litologi lapuk, kemiringan lereng curam, keberadaan kekar dan peningkatan tekanan air pori. Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi pemasangan dinding penahan tanah, peningkatan sistem drainase untuk mengurangi tekanan air pori.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601300028

Keyword
Geomorfologi stratigrafi lereng stabilitas slope/w