Meningkatkan Kadar Logam Tanah Jarang Dengan Metode Fusi Alkali Dan Hidrotermal
Logam tanah jarang (LTJ) merupakan sumber daya alam strategis dan tidak terbarukan yang memiliki peran penting dalam berbagai industri berteknologi tinggi. Namun, ketersediaan LTJ di alam semakin terbatas sehingga diperlukan sumber alternatif yang berpotensi ekonomis dan berkelanjutan. Mengacu pada penelitian terdahulu, abu terbang batubara diketahui mengandung unsur LTJ yang berada pada fasa amorf dengan kadar yang cukup potensial apabila dilakukan pengolahan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proses dan variabel optimum untuk mengekstraksi silikon serta meningkatkan kadar LTJ melalui dua metode, yaitu fusi alkali dan hidrotermal. Pada proses fusi alkali, variabel yang diteliti meliputi rasio abu terbang batubara terhadap NaOH sebesar 1:0,5; 1:1; 1:1,5; dan 1:2, serta waktu tahan 15, 30, 45, dan 60 menit. Sementara itu, pada proses hidrotermal digunakan variasi suhu 50, 100, 150, dan 200°C dengan waktu tahan 40, 80, 120, dan 160 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh dengan tingkat kelarutan silikon mencapai 67.50%. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan XRF terjadi peningkatan kadar LTJ, meliputi Tb 0.352%; Er 0.113%; Gd 0.104%; Eu 782.2 ppm; Ce 702.1 ppm; Y 334.0 ppm; Ho 307.9 ppm; dan Sc 165.4 ppm. Dengan demikian, silikon dapat diekstraksi dengan hasil yang optimum dan kadar LTJ meningkat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601290013
Keyword
Abu Terbang Batubara Fusi Alkali Hidrotermal LTJ NaOH