(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Kerentanan Gerakan Tanah Menggunakan Metode Bivariat Weight Of Evidence Pada Jalur Lintas Sumatra Daerah Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung


View/Open

Author
AZKA, FAZA WIJAYA

Date Published
30 Dec 2025

Advisor
Bilal Al Farishi, B.Sc(Hons)., M.Sc,

Subject
Teknik Geologi

Publisher


Gerakan tanah adalah fenomena perpindahan material penyusun lereng akibat terganggunya kestabilan dan kekuatan penyusun lereng. Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Katibung merupakan wilayah berpotensi menengah dengan 31 historis gerakan tanah pada rentang tahun 2020-2025 pada Jalur Lintas Barat Sumatra. Jalur ini merupakan infrastruktur penghubung daerah, dan objek vital seperti pelabuhan dan pembangkit tenaga listrik. Hal ini meningkatkan risiko dari potensi bencana terhadap infrastruktur. Analisis kerentanan gerakan tanah perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor dan keterhubungan pengaruhnya terhadap gerakan tanah di Kecamatan Katibung. Metode Weight of Evidence, mengidentifikasikan nilai pengaruh parameter secara objektif terhadap historis kejadian. Nilai ini menunjukan sifat potensi terjadinya kembali dengan keadaan sama. Area penelitian dilakukan sepanjang Jalur Lintas Sumatra sejauh 250m dari jalan dengan parameter analisis pedoman SNI 8291:2016. Berdasarkan hasil analisis Weight of Evidence, parameter kemiringan lereng merupakan kontribusi terbesar terhadap gerakan tanah pada kemiringan 4°–35° (1,90) dan dilanjuti dengan parameter litologi andesit (1,27), jarak <100m dari kelurusan (1,16), tataguna lahan agrikultur (0,76) dan tekstur tanah pasir (0,59) dengan nilai model AUC 0,795 berakurasi baik. Kerentanan tertinggi berada pada segmen lintas Km 21-27 dan kerentanan terendah pada segmen lintas Km 14-21. Berdasarkan historis dan indeks, kemiringan lereng dan jarak dari kelurusan bersifat berbanding lurus terhadap risiko gerakan tanah. Semakin dekat dengan punggungan dan semakin besar nilai kemiringan, maka risiko gerakan tanah semakin besar. Sementara itu, parameter litologi dikontrol oleh sifat fisiknya terhadap aktivitas permukaan, lintas, dan tataguna lahan. Lahan agrikultur dan tanah pasir memicu kejenuhan air serta pelapukan lereng, sehingga menurunkan kekuatannya dan meningkatkan risiko gerakan tanah.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601290008

Keyword
Gerakan Tanah Katibung Kerentanan Weight of Evidence