(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

ISOLASI DAN KARAKTERISASI CENDAWAN ENDOFIT DAUN PIRDOT (Saurauia vulcani Korth.) SERTA AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI


Tanaman pirdot (Saurauia vulcani Korth.) diketahui memiliki potensi antibakteri, namun eksploitasi berlebihan berisiko terhadap kelestariannya. Cendawan endofit mampu menghasilkan senyawa bioaktif yang sama dengan inangnya dan berpotensi sebagai alternatif antibakteri dan solusi terhadap resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi cendawan endofit dari daun pirdot, menganalisis kandungan metabolit sekunder dengan HPLC dan LC-MS, serta mengevaluasi potensinya melalui uji antibakteri. Identifikasi morfologi cendawan dilakukan secara makroskopis, mikroskopis, dan identifikasi molekuler gen ITS, dan analisis filogenetik. Ekstrak hasil produksi metabolit sekunder diuji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli menggunakan metode Minimum Inhibition Concentration (MIC). Hasil penelitian menunjukkan enam cendawan endofit berhasil diisolasi, DP 1.1, DP 1.2, DP 2.1, DP 2.2, DP 3.1, dan DP.1. Berdasarkan analisis filogenetik 1000x bootstrap isolat-isolat tersebut memiliki kemiripan dengan Cordyceps javanica (DP 1.1), Epicoccum viticis (DP 1.2), Setophaeosphaeria microspora (DP 2.1), Diaphortosporella macarangae (DP 2.2), Aspergillus fumigatus (DP 3.1), dan Phaeoacremonium griseo-olivaceum (DP.1). Hasil MIC menunjukkan ekstrak SN DP1.1 pada konsentrasi 1.000 µg/mL memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Hasil HPLC menunjukkan isolat DP 1.1 dan DP 1.2 terdapat puncak senyawa bioaktif. Hasil LC-MS berhasil mengidentifikasi 3 senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri dari 15 senyawa bioaktif.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601280046

Keyword
Daun Pirdot+metabolit sekunder+resistensi antibiot