ANALISIS KERENTANAN BANGUNAN AKIBAT POTENSI TSUNAMI TERHADAP ISU GEMPA MEGATHRUST
(STUDI KASUS KECAMATAN PESISIR TENGAH)
Indonesia memiliki tingkat seismisitas tinggi karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, sehingga rawan gempa megathrust yang berpotensi memicu tsunami. Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, merupakan salah satu wilayah dengan risiko tinggi karena berhadapan langsung dengan wilayah penelitian berada pada zona subduksi dan dikelilingi oleh sesar-sesar aktif yang meningkatkan potensi terjadinya gempa bumi bawah laut sebagai pemicu tsunami. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada analisis kerentanan bangunan terhadap ancaman tsunami setinggi 10 meter dengan mengintegrasikan parameter bahaya tsunami, taxonomy bangunan global earthquake model, dan perhitungan nilai exposure berdasarkan Permen PUPR No. 22/PRT/M/2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas pemukiman pesisir berada pada tingkat risiko tinggi. Dari total bangunan terdampak, 82,7% masuk kategori kerusakan tinggi, 4,8% sedang, dan hanya 12,5% rendah, dengan dominasi tipe masonry confined frame yang tetap rentan akibat kualitas konstruksi sederhana. wood seluruhnya tergolong risiko tinggi, sedangkan concrete reinforced meskipun lebih kuat tetap mengalami kerusakan pada kedalaman aliran >7,5 meter. Perhitungan nilai exposure menunjukkan total estimasi keterpaparan ekonomi dari tujuh desa/kelurahan terdampak mencapai Rp2.884.055.452.898 (±Rp2,88 triliun). Temuan ini menegaskan tingginya tingkat kerentanan fisik dan besarnya nilai exposure jika terjadi tsunami besar, serta diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan strategi mitigasi bencana yang efektif dan berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601270007
Keyword
Kerentanan Bangunan Tsunami Gempa Megathrust SIG taxonomy GEM Exposure Pesisir Tengah