Prediksi Harga Saham NVIDIA Menggunakan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode
Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dalam
memprediksi harga saham NVIDIA Corporation (NASDAQ: NVDA)
menggunakan data historis harga penutupan bulanan periode Oktober
2020 hingga Oktober 2025 yang diperoleh dari Yahoo Finance. Hasil
eksplorasi awal menunjukkan bahwa deret waktu tidak stasioner
terhadap rata-rata maupun varians, sehingga dilakukan transformasi
Box–Cox untuk menstabilkan varians serta proses differencing orde
dua guna mencapai stasioneritas terhadap rata-rata. Identifikasi
model dilakukan melalui analisis Autocorrelation Function (ACF)
dan Partial Autocorrelation Function (PACF), dengan pemilihan
model terbaik berdasarkan kriteria Akaike Information Criterion
(AIC). Model ARIMA(0, 2, 1) terpilih sebagai model terbaik dengan
nilai AIC sebesar -114.56897. Uji diagnostik menunjukkan bahwa
residual model bersifat white noise berdasarkan uji Ljung–Box
(nilai p-value sebesar 0.4692) serta berdistribusi normal berdasarkan
uji Kolmogorov–Smirnov (nilai p-value sebesar 0.9842). Evaluasi
akurasi model menggunakan Mean Absolute Percentage Error
(MAPE) menghasilkan nilai sebesar 11.21%, yang menunjukkan
bahwa model memiliki tingkat akurasi yang baik. Hasil peramalan
untuk periode November 2025 hingga Maret 2026 menunjukkan
kecenderungan peningkatan harga saham NVIDIA, sehingga dapat
disimpulkan bahwa model ARIMA(0, 2, 1) efektif digunakan untuk
memprediksi pergerakan harga saham berdasarkan data historis
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601260065
Keyword
ARIMA Peramalan Deret Waktu Harga Saham NVIDIA