(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Daerah Rawan Banjir Berbasis Geographic Information System (GIS) : Studi Kasus Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, dan Kota Bandar Lampung


Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kerawanan, sebaran daerah rawan banjir, serta faktor dominan yang memengaruhi kerawanan banjir menggunakan metode Composite Mahaling Analysis (CMA) dan overlay berbasis Geographic Information System (GIS). Parameter yang digunakan meliputi data curah hujan tahun 2015 – 2024 dari BBWS Mesuji-Sekampung, kemiringan lereng dan elevasi dari FABDEM, jenis tanah dari FAO, tutupan lahan dan buffer sungai dari BIG, serta data kejadian banjir tahun 2018 – 2024 dari BPBD Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerawanan banjir diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu tidak rawan, cukup rawan, dan sangat rawan. Sebagian besar wilayah lokasi penelitian didominasi olwh kelas cukup rawan hingga sangat rawan. Di Kota Bandar Lampung kelas cukup rawan sebesar 10.980,28 Ha dan sangat rawan 5.000,72 Ha; di Kabupaten Lampung Selatan kelas cukup rawan seluas 120.928,43 Ha dan sangat rawan 95.651,01; serta di Kabupaten Pesawaran memiliki tingkat cukup rawan sebesar 68.511,63 Ha dan sangat rawan 36.340,40 Ha. Parameter paling dominan dalam memengaruhi tingkat kerawanan banjir adalah curah hujan (20%), elevasi (19%), jenis tanah (18%), dan tutupan lahan (16%). Validasi vi menggunakan 258 titik kejadian banjir historis (2018 – 2024) dari BPBD Provinsi Lampung menghasilkan tingkat akurasi sebesar 78,95% di Kota Bandar Lampung, 70% di Kabupaten Pesawaran, dan tingkat akurasi tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan sebesar 81,25%, dengan akurasi rata-rata sebesar 77,78%.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601250008

Keyword
Banjir GIS CMA Pemetaan Kerawanan Flood Mapping Susceptibility Lampung