Studi Etnofarmakognosi Tumbuhan Obat di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus
Etnofarmakognosi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari pengetahuan tradisional etnis mengenai penggunaan tumbuhan sebagai obat dan bahan untuk pengobatan. Penelitian ini berfokus pada pengkajian, identifikasi, dan dokumentasi tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat, meliputi jenis tanaman, bagian yang digunakan, serta metode pengolahannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji jenis tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pengolahan, cara pemakaian serta khasiat tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Semaka. Penelitian ini mengguakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling dan teknik wawancara semi-terstruktur terhadap 100 responden. Hasil dari penelitian diperoleh 40 jenis tumbuhan dengan tumbuhan terbanyak yaitu kunyit (Curcuma longa) (14%), bagian yang paling banyak digunakan yaitu daun (39%), cara pengolahan yang paling banyak dilakukan adalah direbus (53%), cara pemakaian yang paling sering digunakan yaitu dengan cara diminum (82%), dan khasiat tumbuhan yang paling banyak dirasakan yaitu untuk menurunkan tekanan darah (10%).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601210052
Keyword
Etnofarmakognosi Tumbuhan Obat Semaka Khasiat