Prarancangan Pabrik Asam Akrilat Dari Propilen dan Udara
Menggunakan Proses Oksidasi dengan Kapasitas 40.000
ton/tahun
Asam akrilat (C₃H₄O₂) merupakan senyawa organik cair yang mudah
menguap, mudah terbakar, cukup beracun, serta larut dalam air. Secara
umum, terdapat tiga rute utama produksi asam akrilat, yaitu
Acrylonitrile Route, Ethylene Cyanohydrin Route, dan Propylene
Oxidation Route. Pada perancangan ini dipilih proses oksidasi
propilena karena bahan bakunya lebih mudah diperoleh, konversi reaksi
tinggi, dan kondisi operasinya lebih efisien dibanding metode lainnya.
Asam akrilat banyak digunakan dalam industri sebagai bahan
intermediet untuk produksi ester akrilat, resin, cat, pelapis, tekstil,
perekat, polimer, serta plastik. Pabrik asam akrilat dirancang dengan
kapasitas 40.000 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari per tahun.
Lokasi pabrik ditetapkan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dengan
pertimbangan kedekatan terhadap sumber bahan baku dan akses
transportasi. Bahan baku yang digunakan terdiri dari propilena sebesar
3.216,79 kg/jam dan udara sebesar 25.484,69 kg/jam. Reaksi
berlangsung secara eksotermis pada reaktor fixed bed multitube dengan
temperatur 320°C dan 285°C pada tekanan 1,46 atm menggunakan
katalis molybdenum–bismuth dan mixed oxide. Pabrik dilengkapi unit
utilitas meliputi penyediaan steam, air pendingin, udara tekan, listrik,
dan bahan bakar. Berdasarkan evaluasi ekonomi, pabrik termasuk
kategori lowrisk dengan ROI 22,44%, PBP 3,56 tahun, DPBP 4,67
tahun, BEP 41,461%, SDP 14,046%, dan IRR 16,09%. Dengan
demikian, pabrik asam akrilat ini layak untuk didirikan secara teknis
dan ekonomi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601210042
Keyword
Asam akrilat Eksotermis Oksidasi Propilen Udara