Pelarutan Unsur Silikon dan Aluminium dari Lumpur Merah Melalui Konversi Fasa Menggunakan Metode Fusi Alkali dan Pelindian Air
Lumpur merah merupakan limbah utama dari industri alumina melalui
proses bayer yang masih mengandung unsur berharga seperti logam
tanah jarang, akan tetapi dalam pemanfaatanya lumpur merah
mengandung unsur pengotor seperti aluminium dan silikon. Penelitian
ini bertujuan mempelajari pengaruh jenis reagen alkali (NaOH,
Na₂CO₃, Na₂SO₄, serta kombinasi 2 reagen NaOH dengan Na₂CO₃ dan
NaOH dengan Na₂SO₄), variasi suhu fusi (700–1000 °C), dan waktu
penahanan (65–95 menit) terhadap pelarutan Si dan Al dari lumpur
merah melalui metode fusi alkali. Proses dilakukan dengan
mencampurkan lumpur merah dan reagen pada rasio lumpur
merah:reagen = 1:2, di ikuti dengan pemanggangan alkali, kemudian
hasil fusi dilanjutkan dengan pelindian menggunakan air. Analisis
karakterisasi dilakukan menggunakan XRF, XRD, dan SEM-EDS
untuk mengetahui perubahan komposisi unsur, fasa, dan morfologi
sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NaOH paling efektif
melarutkan Al pada suhu 800 °C dengan waktu optimum 25 menit,
menghasilkan pelarutan Al tertinggi dan pelarutan Si yang cukup
signifikan dengan persen terlasut Al mencapai 75,11% sedangkan Si
mencapai 64,32%. Dengan demikian, fusi alkali menggunakan NaOH
pada kondisi optimum terbukti cukup mampu meningkatkan kelarutan
Al dan Si di dalam lumpur merah. Hasil ini memberikan dasar teknologi
untuk pemanfaatan lumpur merah, sehingga mengurangi volume
limbah dan potensi dampak lingkungan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601210030
Keyword
Aluminium Fusi alkali Lumpur merah Silikon