(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Pelarutan Unsur Silikon dan Aluminium dari Lumpur Merah Melalui Konversi Fasa Menggunakan Metode Fusi Alkali dan Pelindian Air


Lumpur merah merupakan limbah utama dari industri alumina melalui proses bayer yang masih mengandung unsur berharga seperti logam tanah jarang, akan tetapi dalam pemanfaatanya lumpur merah mengandung unsur pengotor seperti aluminium dan silikon. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh jenis reagen alkali (NaOH, Na₂CO₃, Na₂SO₄, serta kombinasi 2 reagen NaOH dengan Na₂CO₃ dan NaOH dengan Na₂SO₄), variasi suhu fusi (700–1000 °C), dan waktu penahanan (65–95 menit) terhadap pelarutan Si dan Al dari lumpur merah melalui metode fusi alkali. Proses dilakukan dengan mencampurkan lumpur merah dan reagen pada rasio lumpur merah:reagen = 1:2, di ikuti dengan pemanggangan alkali, kemudian hasil fusi dilanjutkan dengan pelindian menggunakan air. Analisis karakterisasi dilakukan menggunakan XRF, XRD, dan SEM-EDS untuk mengetahui perubahan komposisi unsur, fasa, dan morfologi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NaOH paling efektif melarutkan Al pada suhu 800 °C dengan waktu optimum 25 menit, menghasilkan pelarutan Al tertinggi dan pelarutan Si yang cukup signifikan dengan persen terlasut Al mencapai 75,11% sedangkan Si mencapai 64,32%. Dengan demikian, fusi alkali menggunakan NaOH pada kondisi optimum terbukti cukup mampu meningkatkan kelarutan Al dan Si di dalam lumpur merah. Hasil ini memberikan dasar teknologi untuk pemanfaatan lumpur merah, sehingga mengurangi volume limbah dan potensi dampak lingkungan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601210030

Keyword
Aluminium Fusi alkali Lumpur merah Silikon