Evaluasi Manajemen Run of Mine (ROM) di PT Triaryani, Musirawas Utara, Sumatera Selatan
Run of Mine (ROM) berfungsi sebagai buffer stock untuk menjamin kontinuitas produksi, keselamatan kerja, serta menjaga kualitas batu bara sebelum diproses lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi aktual dimensi, geometri, pola, dan sistem penimbunan, serta menyusun rekomendasi desain dan manajemen ROM yang mendukung penerapan sistem First In First Out (FIFO) sesuai dengan KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi aktual ROM PT Triaryani belum optimal sebagai buffer stock. Kapasitas timbunan raw hanya sebesar 6.897, sehingga belum mampu menampung pasokan harian sebesar 7.198 ton/hari. Sementara itu, timbunan crush memiliki kapasitas 22.021 m³ dengan tinggi mencapai 10 meter dan sudut kemiringan 43°, yang melebihi rekomendasi teknis tinggi 6–8 meter dan angle of repose batu bara 35°–38°. Keterbatasan lebar akses dan jarak antar timbunan menyebabkan sistem penimbunan cenderung menerapkan Last In First Out (LIFO), sehingga tidak mendukung FIFO. Sebagai upaya perbaikan, direkomendasikan penataan ulang ROM dengan pembagian timbunan bertingkat pada area raw dan crush. Area raw dirancang menjadi tiga timbunan berkapasitas 7.498 ton, 32.723 ton, dan 55.076 ton, sedangkan area crush dirancang dengan kapasitas 18.041,7 m³, 40.999 m³, dan 79.214 m³. Geometri timbunan direkomendasikan dengan tinggi 6–8 meter dan sudut 38°. Pola penimbunan menggunakan metode chevron sebesar ±2.160 ton/shift, didukung lebar jalan 9 meter dan jalur alat terpisah. Dengan pengaturan tersebut, FIFO dapat diterapkan efektif, ditunjukkan oleh pemindahan material raw maksimum 8.101 ton/hari ke unit crusher dalam waktu ≤ 2 hari.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601210002
Keyword
Run of Mine First In First Out (FIFO) Dimensi Timbunan Pola penimbunan Sistem timbunan