KONEKTIVITAS TOPOGRAFI LIMPASAN EMBUNG A TERHADAP ANAK SUNGAI DI BELAKANG WISMA INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Embung A Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dibangun sejak tahun 2016 yang berfungsi sebagai penampung air untuk menjaga ketersediaan air di musim kemarau dan sebagai pengendali air hujan. Embung A bersumber dari tampungan air aliran dari Embung B. Semenjak dibangun Embung A berfungsi dengan baik. Namun, pada tahun 2023 embung ini mengalami kekeringan yang menyebabkan air melimpas ke sungai di belakang Wisma ITERA. Maka dari itu, perlu dilakukannya penelitian mengenai konektivitas antara area Embung A dan sungai di belakang Wisma ITERA. Penelitian konektivitas topografi limpasan Embung A terhadap anak sungai di belakang Wisma ITERA menggunakan metode survei terestis. Pengambilan data setiap STA dimulai dari STA 0+000 sampai STA 0+530. Panjang setiap STA bervariasi menyesuaikan topografi sungai tersebut dikarenakan banyak lekukan dari sungai tersebut. Jarak antara titik pengukuran melintang bervariasi menyesuaikan topografi dari area pengukuran.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sungai belakang Wisma ITERA merupakan tempat limpasan air dari Embung A. Sekitar area limpasan memiliki kontur yang rapat menandakan lereng curam. Pada kemiringan lereng yang dihasilkan menunjukkan bahwa bagian sungai memiliki karakteristik lereng yang lebih terjal dibandingkan bagian di luar sungai yang relatif lebih landai. Panjang yang dihasilkan dari limpasan Embung A ke sungai di belakang wisma ITERA ialah 529.386 meter. Nilai elevasi tertinggi sebesar 105.129 meter dan nilai elevasi terendah sebesar 95.895 meter. Penurunan ini menunjukkan bahwa terdapat kemiringan saluran arah aliran air menuju hilir (sungai belakang Wisma ITERA) bersifat alami. Hasil yang diperoleh setiap STA dimulai dari STA 0+000 sampai STA 0+530, tidak ditemukannya kebocoran saluran Embung A yang dapat mengakibatkan kekeringan air di Embung A, melainkan daerah antara embung A dan sungai memiliki potensi limpasan permukaan yang tinggi. Namun, kebocoran tersebut dapat terjadi jika suatu saat adanya penurunan tanah di area sekitar Embung A.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601200087
Keyword
Limpasan, kontur, kemiringan lereng, profil memanj