PEMANFAATAN AMPAS TEBU (Saccharum Sp) SEBAGAI AGEN PERBAIKAN TANAH UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON PADA LAHAN REKLAMASI PASCATAMBANG BATU KAPUR
Kegiatan penambangan batu kapur telah menyebabkan degradasi lingkungan yang signifikan, khususnya penurunan kualitas lahan akibat hilangnya lapisan tanah atas serta berkurangnya kemampuan tanah dalam mendukung pertumbuhan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ampas tebu sebagai agen pembenah tanah pada lahan pascatambang batu kapur melalui evaluasi perubahan sifat kimia tanah serta pertumbuhan tanaman sengon. Penelitian dilakukan di lahan reklamasi Disposal 4 PT. Semen Baturaja Tbk dan Kebun Raya ITERA dengan metode eksperimental yang mengkombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Terdapat lima perlakuan bahan pembenah pada rasio tanah dan bahan pembenah 1 kg : 120 gram. Pengamatan mencakup analisis terhadap pH tanah menggunakan soil pH meter, kandungan C-organik dengan metode Walkey-Black dan analisis spektrofotometri, N-total melalui pengabuan basah dan titrimetric, P dan K tersedia dianalisis dengan metode Olsen-Morgan, serta KTK melalui perkolasi ammonium asetat dan titrimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar ampas tebu mampu meningkatkan kandungan N-total dan panjang akar tanaman sengon, sedangkan kompos ampas tebu efektif dalam membenahi pH dan kadar C-organik tanah. Kombinasi kedua bahan pembenah memberikan hasil terbaik dengan peningkatan nyata terhadap ketersediaan unsur P, K, dan KTK pada tanah. Penelitian ini memberikan bukti bahwa limbah ampas tebu berpotensi dalam memperbaiki tanah bekas tambang dan meningkatkan pertumbuhan tanaman sengon, sehingga mendukung revegetasi lahan pascatambang batu kapur.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601200025
Keyword
ampas tebu, kompos, biochar, tanah pascatambang, s