(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Prarancangan Pabrik Asam Akrilat Dari Propilen dan Udara Menggunakan Proses Oksidasi dengan Kapasitas 40.000 ton/tahun


Asam akrilat (C₃H₄O₂) merupakan senyawa organik cair yang mudah menguap, mudah terbakar, cukup beracun, serta larut dalam air. Secara umum, terdapat tiga rute utama produksi asam akrilat, yaitu Acrylonitrile Route, Ethylene Cyanohydrin Route, dan Propylene Oxidation Route. Pada perancangan ini dipilih proses oksidasi propilena karena bahan bakunya lebih mudah diperoleh, konversi reaksi tinggi, dan kondisi operasinya lebih efisien dibanding metode lainnya. Asam akrilat banyak digunakan dalam industri sebagai bahan intermediet untuk produksi ester akrilat, resin, cat, pelapis, tekstil, perekat, polimer, serta plastik. Pabrik asam akrilat dirancang dengan kapasitas 40.000 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari per tahun. Lokasi pabrik ditetapkan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dengan pertimbangan kedekatan terhadap sumber bahan baku dan akses transportasi. Bahan baku yang digunakan terdiri dari propilena sebesar 3.216,79 kg/jam dan udara sebesar 25.484,69 kg/jam. Reaksi berlangsung secara eksotermis pada reaktor fixed bed multitube dengan temperatur 320°C dan 285°C pada tekanan 1,46 atm menggunakan katalis molybdenum–bismuth dan mixed oxide. Pabrik dilengkapi unit utilitas meliputi penyediaan steam, air pendingin, udara tekan, listrik, dan bahan bakar. Berdasarkan evaluasi ekonomi, pabrik termasuk kategori lowrisk dengan ROI 22,44%, PBP 3,56 tahun, DPBP 4,67 tahun, BEP 41,461%, SDP 14,046%, dan IRR 16,09%. Dengan demikian, pabrik asam akrilat ini layak untuk didirikan secara teknis dan ekonomi.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601190049

Keyword
Asam akrilat Eksotermis Oksidasi Propilen Udara