STUDI ULANG STRUKTUR PENGAMAN PANTAI PASIR PADI, BANGKA BELITUNG
Pada tahun 2013 telah dibangun struktur pengaman pantai berupa Breakwater di Pantai Pasir Padi, Bangka Belitung. Pantai ini merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Pulau Bangka. Alasan dibangunnya Breakwater di Pantai Pasir Padi karena fenomena alam abrasi yang terjadi merusak pantai. Namun pada kenyataannya bangunan Breakwater ini masih belum dapat menahan dampak abrasi secara optimal. Parameter-parameter dalam melakukan perencanaan bangunan pelindung pantai antara lain tinggi gelombang signifikan, pasang surut khususnya nilai HHWL (Highest High Water Level), koefisien refraksi serta koefisien pendangkalan untuk transformasi gelombang laut ke laut dangkal, serta kenaikan muka air laut. Data tinggi dan periode gelombang signifikan diolah dengan menggunakan distribusi probabilitas metode Fisher Tippett Type I pada kala ulang 50 Tahun dengan nilai tinggi dan periode gelombang ekstrim berturut-turut sebesar 2,304 meter dan 7,923 detik. Gelombang yang menjalar menuju perairan dangkal mengalami transformasi gelombang oleh koefisien refraksi dan koefisien shoaling didapatkan nilai tinggi gelombang deformasi sebesar 3,014 meter pada kedalaman 5 meter. Dengan menggunakan metode Admiralty, didapatkan nilai HHWL sebesar 2,562 meter. Nilai kenaikan muka air laut akibat gelombang sebesar 0,122 meter. Nilai kenaikan muka air laut sea level rise pada perkiraan terbaik tahun 2075 sebesar 0,37 meter. Maka dapat disimpulkan, nilai elevasi muka air rencana (design water level) yang didapatkan sebesar 4,412 meter. Tipe bangunan yang akan dipilih adalah Breakwater dengan perencanaan desain lapisan armor menggunakan tetrapod, kubus beton dan batu alam dimana nilai limpasan gelombang sebesar 1,89 meter untuk tetrapod serta 2,811 meter untuk kubus beton dan batu alam. Didapatkan juga nilai lebar puncak untuk tetrapod, kubus beton dan batu alam berturut-turut yaitu 1,48 meter, 1,61 meter, dan 3,9 meter. Breakwater yang akan direncanakan memiliki 7 section dengan panjang setiap section yaitu 300 meter. Dimana 280 meter akan menjadi lengan bangunan dan 20 meter akan menjadi ujung bangunan. Jarak antar breakwater yaitu sebesar 30 meter. Pada perhitungan luas dan volume didapatkan untuk desain armor tetrapod memiliki luas sebesar 48.060,60 \mathrm{m}^\mathrm{2} dan volume sebesar 173.835,20 \mathrm{m}^\mathrm{3}. Pada desain armor kubus beton didapatkan luas sebesar 54.430,60 \mathrm{m}^2 dan volume sebesar 222.919,20 \mathrm{m}^\mathrm{3}. Serta hasil perhitungan luas untuk desain armor batu alam sebesar 59.228,40 \mathrm{m}^2 dengan volume sebesar 259.898,80 \mathrm{m}^\mathrm{3}. Hasil dari perhitungan rencana anggaran biaya didapatkan untuk desain armor tetrapod sebesar Rp 244.106.146.157 , untuk desain armor kubus beton sebesar Rp322.760.957.181 , dan desain armor batu sebesar Rp444.633.920.762.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601190020
Keyword
Breakwater, Gelombang, Desain, Volume, Biaya.