Augmented Reality dalam Rancangan Pembangunan (studi kasus : Institut Teknologi Sumatera)
Institut Teknologi Sumatera merupakan salah satu Perguruan
Tinggi Negeri di Sumatera yang diresmikan sejak tahun 2014 sehingga
sedang gencarnya dilakukan pembangunan baik gedung maupun
infrastruktur dan fasilitas lainnya. Sesuai dengan Keputusan Rektor
Institut Teknologi Sumatera nomor B/1355/IT9.A/OT.00.00/2019 yaitu
“Pembangunan infrastrukur dan peningkatan kualitas akademik”,
disebutkan bahwa Institut Teknologi Sumatera memiliki sasaran
strategis yaitu melaksanakan pembangunan demi tersedianya fasilitas
memadai guna menunjang pembelajaran dengan baik sesuai dengan
kurikulum industri 4.0. Demi terlaksananya tujuan ini, maka diperlukan
pembangunan yang dilakukan secara efisien dan juga efektif. Penelitian
ini bertujuan untuk membuat suatu Augmented Reality yang dapat
membantu tahap perancangan dalam pembangunan. Aplikasi
Augmented Reality ini memiliki kemampuan untuk melakukan
visualisasi model 3D baik dalam bentuk ratio miniatur untuk keperluan
gambaran awal dan juga visualisasi dengan ratio ukuran bangunan
sebenarnya pada dunia nyata yang telah diintegrasikan dengan
koordinat yang sesuai dengan perancangan bangunan secara real time
yang dapat diakses dengan perangkat seluler. Aplikasi AR ini mampu
menampilkan visualisai model 3D ini mampu menampilkan miniatur
model 3D bangunan dengan memindai gambar ataupun foto bangunan.
Aplikasi AR ini juga mampu menampilkan visualisasi model 3D
bangunan dengan ukuran sebenarnya yang diintegrasikan dengan
koordinat lokasi bangunan sesuai dengan perancangan secara real time.
Kelemahan dari aplikasi AR ini adalah pengikatan koordinat pada
model 3D dan penentuan posisi menggunakan perangkat GNSS bawaan
perangkat seluler. Visualisasi model 3D pada aplikasi AR ini masih
mengalami rotasi dan pergeseran sejauh 21,41m. Rotasi terjadi
dikarenakan model 3D hanya diikat oleh 1 titik koordinat saja yang
terletak di tengah bangunan, sehingga visualisasi 3D masih dapat
mengalami rotasi. Pergeseran sejauh 21,41m dikarenakan perangkat
GNSS yang dipakai untuk penentuan posisi merupakan perangkat
GNSS bawaan dari perangkat seluler yang dipakai. Perangkat GNSS
yang dimiliki perangkat seluler hanya dapat merekam dengan rata-rata
akurasi paling akurat sebesar 90,949 meter.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601190015
Keyword
Aplikasi Augmented Reality Visualisasi 3D Pembangunan