MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DENGAN METODE SEVERITY INDEX DAN PROBABILITY IMPACT MATRIX (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL DAN KANTOR DIPO CENTER JAKARTA)
Pembangunan gedung bertingkat di wilayah perkotaan seperti Jakarta mengalami peningkatan seiring dengan tingginya kebutuhan akan ruang dan pertumbuhan ekonomi. Kompleksitas pekerjaan pada proyek bangunan bertingkat menyebabkan potensi terjadinya risiko terhadap mutu, waktu, dan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, diperlukan penerapan manajemen risiko yang sistematis guna meminimalkan dampak yang mungkin terjadi selama pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis tingkat risiko pada Proyek Pembangunan Hotel dan Kantor Dipo Center Jakarta menggunakan metode Severity Index dan Probability Impact Matrix berdasarkan standar ISO 31000:2018. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proyek. Analisis dilakukan untuk menentukan tingkat probabilitas dan dampak dari setiap variabel risiko yang kemudian dikategorikan ke dalam risiko rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 variabel risiko yang relevan terhadap proyek, terdiri atas risiko pelaksanaan, material dan peralatan, desain, tenaga kerja, dan force majeure. Risiko dengan kategori tinggi terutama berpengaruh pada aspek waktu dengan 4 variabel risiko kategori tinggi, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak menimbulkan keterlambatan proyek. Berdasarkan analisis teoritis, strategi penanganan risiko yang direkomendasikan adalah avoidance. Namun, dalam penerapannya strategi tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi aktual proyek, sehingga dapat dikombinasikan dengan strategi lain seperti reduction agar pengendalian risiko tetap efektif dan proyek dapat berjalan sesuai rencana.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601190013
Keyword
Manajemen Risiko Gedung Bertingkat Severity Index Probability Impact Matrix Respon Risiko