Efek Ekstrak Daun Belimbing Manis (Averrhoa carambola L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Yang Mengalami Luka Sayat
Luka sayat merupakan bentuk kerusakan jaringan kulit yang mempengaruhi fungsi dan struktur anatomi tubuh terutama diakibatkan oleh benda tajam. Daun belimbing manis dikenal menjadi alternatif bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat penyembuhan luka sayat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek ekstrak daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) terhadap mencit jantan (Mus musculus) yang mengalami luka sayat. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan 5 kelompok perlakuan yaitu K- (Aqua pro injection), K+ (Pavidone iodine), P1 (Ekstrak daun belimbing manis 25%), P2 (Ekstrak daun belimbing manis 50%), dan P3 (Ekstrak daun belimbing manis 75%). Pemberian luka sayat dilakukan sepanjang 2 cm dan kedalaman subkutan dengan waktu pengamatan 14 hari. Parameter yang diamati diantaranya panjang luka, eritema, edema, dan diferensial leukosit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun belimbing manis positif mengandung senyawa flavonoid, saponin, steroid, tanin dan alkaloid. Kelompok ekstrak memiliki rata-rata panjang luka lebih rendah dibanding dengan kelompok K- dan K+ serta telah menutup sempurna pada hari ke-14. Skor eritema dan edema pada kelompok ekstrak juga menunjukkan hasil yang lebih rendah dibanding kelompok K- serta keberadaan neutrofil dan limfosit menunjukkan hasil yang tidak tinggi. Antiinflamasi pada ekstrak daun belimbing manis berperan penting terutama pada fase awal penyembuhan luka. Akan tetapi, hasil statistik One-way ANOVA menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antar kelompok (p>0.05).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601150072
Keyword
Diferensial leukosit Edema Ekstrak daun belimbing manis Eritema Penyembuhan luka sayat