STUDI GEOLOGI DAN SIGNIFIKANSI TEMUAN FOSIL UNTUK GEOKONSERVASI SITUS SEMEDO, INDONESIA
Situs Semedo di Kabupaten Tegal, Indonesia, memiliki signifikansi paleontologi yang tinggi namun menghadapi ancaman kerusakan alami dan antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi geologi guna merekonstruksi sejarah lingkungan purba dan mengidentifikasi daerah prioritas untuk geokonservasi fosil. Metode penelitian mengintegrasikan studi geologi lapangan (pemetaan dan petrografi) dengan analisis geokonservasi kuantitatif menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kavling penelitian seluas 3x3 km dibagi menjadi 36 grid (500x500 m). Nilai prioritas geokonservasi (Gn) dihitung dengan mengalikan rasio signifikansi fosil (Rfn) dengan rasio ancaman gabungan (Ran), yang terdiri dari parameter elevasi, densitas sungai, dan tutupan lahan. Hasil studi geologi berhasil merekonstruksi perubahan lingkungan dari darat (ditunjukkan oleh Satuan Batupasir Klastik) ke laut dangkal (ditunjukkan oleh Satuan Batupasir Karbonat dengan fosil laut) menjadi terestrial (ditunjukkan oleh Satuan Konglomerat dengan fosil vertebrata). Analisis kuantitatif mengidentifikasi 'hotspot' signifikansi fosil tertinggi di Grid 22 (Rfn = 1) dan Grid 9 (Rfn = 0.75), serta 'hotspot' ancaman tertinggi di Grid 4 dan 10 (Ran = 1) akibat dominasi permukiman. Sintesis akhir menetapkan Grid 22 sebagai prioritas konservasi tertinggi. Kesimpulan penelitian ini merekomendasikan penetapan zona inti konservasi radius ±400 m di sekitar Grid 22 (mencakup area Jurugan dan Brug Blendung) dan radius ±100 m di sekitar Grid 9 (Cempluk Waria) dan Grid 3.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601150032
Keyword
Geokonservasi, analisis spasial, fosil.