(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Sintesis dan pengujian nanofiber styrofoam/pvp/zeolit sebagai media filter limbah logam berat


View/Open

Author

Date Published
30 Nov 2025

Advisor

Subject
Fisika

Publisher


Pencemaran logam berat di lingkungan perairan, khususnya Pb²⁺ yang bersifat toksik, persisten, dan mudah terakumulasi dalam jaringan biologis, menjadi ancaman serius bagi ekosistem dan kesehatan manusia. Pendekatan seperti fitoremediasi dan absorpsi berbasis biochar masih terbatas oleh efisiensi absorpsi yang rendah, kebutuhan energi yang tinggi, waktu penerapan yang lama, serta ketergantungan yang kuat terhadap kondisi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan material filtrasi berbasis nanoteknologi dengan kapasitas absorpsi tinggi, sekaligus memanfaatkan limbah styrofoam yang sulit terurai di tanah melalui proses upcycling. Limbah styrofoam dilarutkan dalam DMF dan D-limonen, kemudian dikompositkan dengan PVP untuk meningkatkan sifat hidrofilik, serta ditambahkan zeolit sebagai absorben. Larutan tersebut kemudian diproses dengan metode electrospinning untuk membentuk membran nanofiber. Uji sudut kontak menunjukkan peningkatan sifat basah permukaan, dengan penurunan sudut kontak dari 121,3° menjadi 77,5°. Analisis FTIR memverifikasi keberadaan komponen penyusun melalui pita aromatik polistirena, pita C–N dari gugus pirolidon PVP pada sekitar 1280–1290 cm⁻¹, serta penguatan kerangka aluminosilikat zeolit pada sekitar 930–1100 cm⁻¹. Hasil XRD menunjukkan matriks nanofiber styrofoam/PVP bersifat amorf dengan pola halo lebar, serta munculnya puncak difraksi dari Si, Al, dan kalsium karbonat yang semakin intens seiring penambahan zeolit. Citra SEM memperlihatkan serat berukuran nano dengan diameter yang menurun akibat penambahan PVP dan meningkat setelah penambahan zeolit, menghasilkan diameter rata-rata serat antara 1,21 ± 0,23 hingga 2,08 ± 0,39 μm. Pemetaan EDS mengonfirmasi distribusi unsur Si dan Al yang merata di seluruh serat. Dalam uji AAS dengan waktu kontak 30 detik, membran NFZ4 mampu menurunkan konsentrasi awal Pb²⁺ sebesar 20 ppm menjadi sekitar 2 ppm, yang setara dengan efisiensi degradasi sebesar 90,69%. Secara keseluruhan, NFZ4 menunjukkan kemampuan tinggi dalam menghilangkan Pb²⁺, membuktikan keberhasilan daur ulang limbah styrofoam menjadi membran filtrasi–absorpsi yang efektif.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601140023

Keyword