PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA ULUAN NUGHIK DI KELURAHAN PANARAGAN JAYA
Pariwisata budaya merupakan pendekatan strategis dalam pembangunan berkelanjutan yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat lokal. Uluan Nughik di Kelurahan Panaragan Jaya ditetapkan sebagai destinasi wisata budaya oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Namun, partisipasi masyarakat dalam pengembangannya dinilai belum optimal dan cenderung bersifat simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Uluan Nughik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan deduktif. Data dikumpulkan melalui mendalam dengan berbagai pihak, meliputi masyarakat, pengelola, aparatur kelurahan, dan Pemerintah Daerah. Identifikasi bentuk partisipasi mengacu pada teori Cohen & Uphoff (1980) yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Sementara itu, tingkat partisipasi diidentifikasi menggunakan model tangga partisipasi Arnstein (1969) yang terdiri dari tiga kategori: non-partisipasi, tokenism, dan citizen power. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat lebih dominan pada tahap pelaksanaan dan pemanfaatan hasil, namun masih minim dalam tahapan perencanaan dan evaluasi. Tingkat partisipasi sebagian besar berada pada kategori tokenism, di mana masyarakat dilibatkan namun belum memiliki kendali dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas dan ruang partisipasi masyarakat agar pengembangan pariwisata menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601130051
Keyword
Partisipasi masyarakat, Wisata budaya, Community-b