Pengaruh PVP (Polyvinylpyyrolidone) Terhadap Kestabilan Nanopartikel Emas Tercapping Ekstrak Daun Akasia (Acacia mangium) Dan Aktivitas Sensor Kolorimetri
Ion besi (Fe³⁺) merupakan kontaminan yang umum ditemukan di lingkungan dan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu, pengembangan metode deteksi yang cepat, sensitif, dan selektif menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Polyvinylpyrrolidone (PVP) terhadap kestabilan nanopartikel emas yang disintesis menggunakan ekstrak daun Acacia mangium, serta aplikasinya sebagai sensor kolorimetri untuk mendeteksi ion Fe³⁺. Karakterisasi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 300–800 nm. Kondisi yang paling optimal untuk menjaga kestabilan AuNPs-PVP adalah suhu 4ºC dalam kondisi gelap selama enam bulan, dengan penurunan nilai absorbansi terkecil sebesar 7,4%. Sensor AuNPs-PVP menunjukkan perubahan warna yang tidak signifikan dari ungu kemerahan menjadi merah muda pudar setelah penambahan ion Fe³⁺, dengan pergeseran panjang gelombang dari 532 nm menjadi 540 nm. AuNPs-PVP tidak menunjukkan respon terhadap ion Fe3+, Ni2+, Cu2+, Pb2+, Mn2+, Cd2+, Al3+, Co2+, dan Cr3+. Uji selektif tidak berhasil karena beberapa ion logam lain masih memberikan perubahan absorbansi yang relatif serupa. Selain itu, hasil dari interferensi atau gangguan ion logam lain seperti, Ni2+, Cu2+, Pb2+, Fe3+, Mn2+, Cd2+, Al3+, Co2+, dan Cr3 didapatkan bahwa AuNPs-PVP dapat mendeteksi ion Fe3+ tanpa terganggu dengan ion logam lain.
Kata Kunci : Ion besi (Fe3+), AuNPs-PVP, Polyvinylpyrrolidone (PVP), Sensor kolorimetri, Selektivitas, Interferensi
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601120055
Keyword
Polyvinylpyyrolidone Sensor Kolorimetri Nanopartikel Emas