(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

AUGMENTED REALITY DALAM RANCANGAN PEMBANGUNAN (STUDI KASUS: INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA


View/Open

Author

Date Published
27 Oct 2025

Advisor
Ir. Arif Rohman, S.T., M.T.,
Ilyas, S.Si., M.T.,

Subject
Teknik Geomatika

Publisher


Institut Teknologi Sumatera merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sumatera yang diresmikan sejak tahun 2014 sehingga sedang gencarnya dilakukan pembangunan baik gedung maupun infrastruktur dan fasilitas lainnya. Sesuai dengan Keputusan Rektor Institut Teknologi Sumatera nomor B/1355/IT9.A/OT.00.00/2019 yaitu “Pembangunan infrastrukur dan peningkatan kualitas akademik”, disebutkan bahwa Institut Teknologi Sumatera memiliki sasaran strategis yaitu melaksanakan pembangunan demi tersedianya fasilitas memadai guna menunjang pembelajaran dengan baik sesuai dengan kurikulum industri 4.0. Demi terlaksananya tujuan ini, maka diperlukan pembangunan yang dilakukan secara efisien dan juga efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu Augmented Reality yang dapat membantu tahap perancangan dalam pembangunan. Aplikasi Augmented Reality ini memiliki kemampuan untuk melakukan visualisasi model 3D baik dalam bentuk ratio miniatur untuk keperluan gambaran awal dan juga visualisasi dengan ratio ukuran bangunan sebenarnya pada dunia nyata yang telah diintegrasikan dengan koordinat yang sesuai dengan perancangan bangunan secara real time yang dapat diakses dengan perangkat seluler. Aplikasi AR ini mampu menampilkan visualisai model 3D ini mampu menampilkan miniatur model 3D bangunan dengan memindai gambar ataupun foto bangunan. Aplikasi AR ini juga mampu menampilkan visualisasi model 3D bangunan dengan ukuran sebenarnya yang diintegrasikan dengan koordinat lokasi bangunan sesuai dengan perancangan secara real time. Kelemahan dari aplikasi AR ini adalah pengikatan koordinat pada model 3D dan penentuan posisi menggunakan perangkat GNSS bawaan perangkat seluler. Visualisasi model 3D pada aplikasi AR ini masih mengalami rotasi dan pergeseran sejauh 21,41m. Rotasi terjadi dikarenakan model 3D hanya diikat oleh 1 titik koordinat saja yang terletak di tengah bangunan, sehingga visualisasi 3D masih dapat mengalami rotasi. Pergeseran sejauh 21,41m dikarenakan perangkat GNSS yang dipakai untuk penentuan posisi merupakan perangkat GNSS bawaan dari perangkat seluler yang dipakai. Perangkat GNSS yang dimiliki perangkat seluler hanya dapat merekam dengan rata-rata akurasi paling akurat sebesar 90,949 meter.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601120046

Keyword