Formulasi Dan Studi Aktivitas Sediaan Patch Dari Ekstrak Etanol Kunyit (Curcuma domestica Val.) Sebagai Antipiretik Terhadap Mencit (Mus musculus)
Demam merupakan respon tubuh akibat infeksi mikrooganisme yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Ekstrak etanol kunyit (Curcuma domestica Val.) mengandung senyawa aktif kurkumin yang diketahui memiliki efek antipiretik. Penggunaan patch sebagai sistem penghantaran obat dipilih untuk meningkatkan efektivitas terapi dan mengurangi efek samping sediaan oral. Penelitian ini bertujuan mengkaji sifat fisikokimia patch dari ekstrak etanol kunyit dan aktivitas antipiretik sediaan patch yang sebanding dengan antipiretik parasetamol oral. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memformulasikan 3 jenis patch ekstrak etanol kunyit yaitu F0 (tanpa ekstrak), F1 (35 mg), dan F2 (70 mg) dan kontrol pembanding (parasetamol oral). Uji aktivitas antipiretik dilakukan terhadap mencit jantan galur ddY yang diinduksi demam dengan larutan pepton 5% secara subkutan. Patch diaplikasikan pada punggung mencit dan suhu tubuh di ukur setiap 30 menit selama 2 jam. Hasil evaluasi patch menyatakan hasil yang baik secara organoleptik (warna, aroma, tekstur), pH sediaan 5,21-5,26, ketebalan 0,47-0,49 mm, daya lipat 417-439 kali, keseragaman bobot 0,51-0,53 gram, kandungan lembab 4,8-5,7%, dan transmisi uap 0,0043-0,0071 (gram/cm2/jam). F2 merupakan formula yang mengandung ekstrak etanol kunyit 70 mg terbukti memiliki efek antipiretik yang sebanding dengan kontrol pembanding (parasetamol oral).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601080015
Keyword
antipiretik, ekstrak etanol kunyit, patch