Pra-Rancangan Pabrik Hidrogen Turquoise dari Gas Alam Melalui Proses Pirolisis dengan Kapasitas 48.000 Ton/Tahun
Hidrogen merupakan salah satu komoditas energi penting yang berperan strategis dalam transisi menuju energi berkelanjutan. Kebutuhan hidrogen di Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan hingga tahun 2060, sehingga diperlukan pengembangan teknologi produksi hidrogen rendah karbon. Salah satu teknologi potensial adalah pirolisis metana, yang menghasilkan hidrogen turquoise dengan produk samping berupa karbon padat tanpa menghasilkan emisi CO₂ secara langsung. Dalam studi ini, dilakukan pra-rancangan pabrik hidrogen turquoise dengan kapasitas 48.000 ton/tahun menggunakan bahan baku gas alam dari PT Medco E&P Tomori. Proses berlangsung melalui tiga tahap utama, yaitu persiapan bahan baku, pembentukan produk di reaktor fluidized bed, serta pemisahan dan pemurnian hidrogen menggunakan Pressure Swing Adsorber (PSA) hingga kemurnian 99,99%. Produk samping karbon hitam ditangani melalui sistem conveyor, pendinginan bertahap, dan penyimpanan. Kajian termodinamika menunjukkan reaksi pirolisis metana bersifat endotermis dan memerlukan suplai panas eksternal pada suhu 850 °C agar berlangsung spontan. Kajian kinetika memperlihatkan reaksi mengikuti orde 2,27 terhadap metana dengan katalis Fe₂O₃. Kebutuhan utilitas meliputi air pendingin sebesar 252.314 kg/jam, bahan bakar 393 kg/jam, air 34.833 kg/jam, dan listrik 45 MW. Berdasarkan evaluasi ekonomi, pabrik ini tergolong berisiko tinggi dengan return on invesment (ROI) setelah pajak sebesar 43,95%, payback period (PBP) selama 1,82 tahun, break even point (BEP) sebesar 40,30%, shut down point (SDP) sebesar 23,32%, dan internal rate of return (IRR) sebesar 26,81%. Dengan demikian, pabrik hidrogen ini dinilai layak untuk didirikan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601070031
Keyword
Gas Alam Hidrogen Turquoise Karbon Metana Pirolisis