ANALISIS LAJU SEDIMENTASI DI DANAU GAMBUT: STUDI
KASUS DANAU TELOKO SUMATERA SELATAN
Danau Teloko di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, adalah
ekosistem rawa gambut yang direvitalisasi melalui pengerukan untuk
meningkatkan kapasitas penyimpanan air dan mengurangi risiko banjir.
Studi ini menganalisis sedimentasi pasca-revitalisasi, menilai kualitas
air, dan mengidentifikasi karakteristik partikel tersuspensi untuk
mendukung pengelolaan danau. Tujuannya meliputi menentukan
distribusi Total Suspended Solids (TSS), laju sedimentasi, dan
hubungan antara sifat partikel dan kondisi hidrologi untuk menilai
dampak revitalisasi. Pengambilan sampel dilakukan di lima lokasi pada
kedalaman 0,68 hingga 1,30 meter selama musim kering pada bulan
September 2025. Konsentrasi TSS berkisar antara 681 dan 740 mg/L,
dengan rata-rata 710,92 mg/L dan deviasi standar ±9,6%, menunjukkan
keseragaman di seluruh lokasi dan tidak ada dampak pengerukan yang
signifikan. Uji sedimentasi selama 72 jam menunjukkan laju
pengendapan yang sangat rendah, dengan partikel tetap tersuspensi
tanpa membentuk lapisan sedimen yang jelas. Hal ini disebabkan oleh
dominasi partikel koloid kurang dari 20 µm, yang mengandung bahan
organik bermuatan positif, menciptakan gaya tolak yang menghambat
sedimentasi alami. Hasil ini menegaskan bahwa sifat air gambut alami
dan aktivitas danau memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap
sedimentasi daripada revitalisasi teknis. Temuan ini mendukung
konservasi jangka panjang dengan merekomendasikan pendekatan
ekologis, seperti koagulan alami, untuk mempertahankan kapasitas
penyimpanan air dan melestarikan fungsi ekosistem.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601060007
Keyword
Lake Teloko Revitalization Sedimentation TSS Colloids Particles