IDENTIFIKASI MINERAL ALTERASI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 9 (Studi Kasus: Kecamatan Bonjol, Sumatra Barat)
Kecamatan Bonjol, Sumatra Barat yang berada pada Zona Pegunungan Barisan diketahui memiliki potensi mineralisasi emas yang berasosiasi dengan aktivitas hidrotermal, namun informasi mengenai persebaran mineral alterasi serta keterkaitannya dengan struktur geologi bawah permukaan masih terbatas sehingga pemetaan sistem mineralisasi belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi mineral alterasi dan menelaah pengaruh struktur geologi terhadap sistem mineralisasi melalui analisis multispektral citra Landsat 9 Level-2, integrasi data gaya berat (GGMPlus), serta validasi observasi lapangan. Hasil analisis citra hillshade dan lineament density menunjukkan pola struktur dominan berarah barat laut–tenggara (NW–SE) dan timur laut–barat daya (NE–SW) yang berkaitan dengan Sesar Besar Sumatra, sedangkan komposit RGB berbasis rasio Band 4/2, 6/7, dan Band 5 menampilkan zona alterasi oksidatif di sekitar manifestasi panas bumi. Nilai LST yang mencapai 44 °C dengan NDVI dan NDMI rendah mengindikasikan aktivitas hidrotermal aktif serta permukaan teroksidasi, dan integrasi citra penginderaan jauh dengan gaya berat memberikan pendekatan pemetaan sistem hidrotermal yang lebih efisien dengan cakupan spasial yang lebih luas.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601050022
Keyword
Alterasi Mineral Gaya Berat Kecamatan Bonjol Landsat 9 Struktur Geologi