Pengembangan Kawasan Kota Tua Kecamatan Teluk Betung
Selatan Kota Bandar Lampung sebagai Kawasan Wisata Sejarah dengan Pendekatan Historic Urban Landscape
Pengembangan kawasan Kota Tua di Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, merupakan upaya strategis dalam memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata sejarah kota. Kawasan ini memiliki jejak historis penting berupa bangunan kolonial, pola permukiman tradisional, serta nilai sosial yang masih berkembang dalam kehidupan masyarakat setempat. Namun, tekanan urbanisasi, degradasi bangunan bersejarah, dan rendahnya kualitas ruang publik menyebabkan menurunnya karakter kawasan. Melalui pendekatan Historic Urban Landscape (HUL), penelitian ini menganalisis kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan guna merumuskan strategi pelestarian berbasis integrasi antara warisan budaya dan pembangunan berkelanjutan. Pendekatan HUL digunakan untuk mengidentifikasi nilai-nilai signifikan kawasan, memperkuat sistem manajemen risiko, serta mendorong partisipasi komunitas dalam proses perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Kota Tua dapat dioptimalkan melalui penguatan jaringan pejalan kaki, konservasi adaptif bangunan bersejarah, pengembangan narasi sejarah, serta penyediaan ruang publik tematik yang mendukung aktivitas wisata edukatif. Dengan demikian, penerapan HUL tidak hanya menjaga keberlanjutan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, sehingga kawasan Kota Tua Teluk Betung Selatan dapat berkembang sebagai destinasi wisata sejarah yang berdaya saing dan inklusif.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601050006
Keyword
cagar budaya identitas kawasan lanskap sejarah revitalisasi