PENGARUH JUMLAH TITIK IKAT MINIMUM UNTUK PERHITUNGAN KECEPATAN PERGESERAN GNSS DALAM STUDI DEFORMASI KERAK DI SUMATRA
Pulau Sumatra terletak pada zona subduksi aktif, sehingga pergerakan lempeng tektonik di wilayah ini sangat memengaruhi deformasi kerak bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah titik ikat terhadap perhitungan kecepatan pergeseran GNSS di Sumatra. Data yang digunakan berasal dari hasil pengamatan GNSS stasiun InaCORS dan SuGAR pada rentang tahun 2021-2024, yang diolah menggunakan perangkat lunak Bernese 5.2 melalui dua strategi pengolahan. Strategi I (satu titik ikat) menghasilkan simpangan baku sebesar 0,66 mm (easting), 0,49 mm (northing), dan 1,13 mm (up), dengan rata-rata ketelitian easting 0,52 mm, northing 0,28 mm, dan up 1,06 mm, serta waktu pemrosesan rata-rata 17-18 menit per-doy. Strategi II (lima titik ikat) memberikan simpangan baku terkecil, yaitu 0,35 mm (easting), 0,25 mm (northing), dan 0,70 mm (up), dengan rata-rata ketelitian easting 0,38 mm, northing 0,30 mm, dan up 0,80 mm, meskipun waktu pemrosesan lebih lama, antara 26-44 menit per-doy. Hasil ini menegaskan bahwa jumlah titik ikat yang lebih banyak mampu meningkatkan ketelitian hasil pengolahan, meskipun membutuhkan waktu pemrosesan yang lebih lama. Sedangkan penggunaan satu titik ikat masih dianggap andal dengan efisiensi waktu yang cepat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2601010002
Keyword