Pengaruh Penambahan Ekstrak Jahe Merah dan Ekstrak Cabai
Merah Terhadap Telur Ayam Asin dengan Perbedaan Konsentrasi
dan Lama Penyimpanan
Telur asin dibuat tujuan menghambat proses penguapan CO2 dan air
pada telur. Namun, terdapat telur asin yang mengandung total bakteri
melebihi batas standar. Sehingga, perlu pemberian ekstrak jahe merah
dan cabai merah yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini
menganalisis adanya pengaruh variasi konsentrasi ekstrak dan variasi
lama penyimpanan terhadap ALT, pH, protein, dan antioksidan.
Perbedaan konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu kontrol(telur ayam
asin), C50( ekstrak cabai merah 50%), J50 (ekstrak jahe merah 50%),
C50+J50( ekstrak cabai 50% + ekstrak jahe merah 50%), C100 (ekstrak
cabai merah 100), J100% (ekstrak jahe merah 100%), dan
C100%+J100%(ekstrak cabai merah 100% + ekstrak jahe merah
100%). Faktor lama penyimpanan yang digunakan yaitu 3 hari , 7 hari,
dan 10 hari. Hasil menunjukan pada uji pH telur ayam asin matang
variasi konsentrasi ekstrak dan lama penyimpanan berpengaruh nyata
dan ada interaksi, sedangkan pH pada telur ayam aisn mentah variasi
konsentrasi ekstrak dan lama pentimpanan tidak berpengaruh nyata dan
tidak ada interaksi. Pada uji antioksidan variasi konsentrasi ekstrak dan
lama penyimpanan tidak signifikan tetapi memiliki interaksi . Pada uji
protein variasi konsentrasi ekstrak dan lama penyimpanan berpengaruh
nyata dan ada interaksi. Pada uji ALT variasi konentrasi ekstrak dan
lama penyimpanan berpengaruh nyata dan ada interaksi. Pada
keseluruhan uji didapati bahwa penambahan ekstrak jahe merah 100%
memiliki hasil terbaik pada telur ayam asin.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2512220022
Keyword
cabai merah jahe merah lama penyimpanan telur ayam telur asin