FORMULASI DAN UJI SPF (SUN PROTECTION FACTOR) SEDIAAN GEL TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN ESKTRAK KULIT BUAH DELIMA (Punica granatum L.)
Paparan UV-B yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan kulit seperti iritasi, peradangan, dan penuaan dini. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah penggunaan tabir surya, yang efikasinya diukur melalui nilai SPF. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan ekstrak etanol kulit delima merah (Punica granatum L.) terhadap sifat fisikokimia, stabilitas, dan nilai SPF sediaan gel tabir surya. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode UAE, dan uji SPF dilakukan secara in vitro menggunakan metode Mansur. Gel diformulasikan menjadi empat: tanpa ekstrak F0, menggunakan kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan ekstrak etanol kulit delima merah pada F1 (0,2%:0,01%), F2 (0,2%:0,2%), dan F3 (0,01%:0,2%). Evaluasi sifat fisik menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan sifat fisik. Setelah uji stabilitas dipercepat menunjukkan viskositas dan daya sebar (p>0,05), sedangkan daya lekat, organoleptik (warna sediaan), pH, dan nilai SPF tidak stabil (p<0,05), namun masih pada rentang persyaratan yang aman untuk kulit. Variasi konsentrasi kombinasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap nilai SPF sediaan gel. Nilai SPF yang diperoleh yaitu F0: 3,538; F1: 19,373; F2: 17,083; dan F3: 24,311, dengan kategori minimal hingga ultra. Formula F3 menunjukkan nilai tertinggi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2512170036
Keyword
SPF, tabir surya, gel, daun belimbing wuluh, kulit