ANALISIS PENGARUH JENIS ELEKTRODA, pH, dan SUHU PADA LAJU PENURUNAN KADAR METILEN BIRU (MB) DALAM PROSES ELEKTROKOAGULASI
Limbah metilen biru yang dihasilkan oleh industri tekstil sangat berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan makhluk hidup serta berdampak pada kesehatan manusia. Dalam penelitian ini digunakan metode elektrokoagulasi sebagai salah satu metode pengolahan limbah zat warna yang ramah lingkungan, membutuhkan peralatan relatif sederhana dan waktu reaksi yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh jenis elektroda, pH, dan suhu elektrokoagulasi pada laju penurunan kadar metilen biru, menentukan energi pengaktifan pembentukan flok serta memprediksi kemungkinan mode ikatan antara kation elektroda dan metilen biru secara komputasi. Analisis desain faktorial akan diterapkan untuk menentukan signifikansi yang relatif jenis elektroda, pH, dan suhu terhadap laju penurunan kadar MB. Eksperimen dilakukan dengan memvariasikan jenis elektroda (Al dan Cu), (pH 2 dan 12), suhu (30°C dan 70°C), dan waktu reaksi (15,30, dan 45 menit) menggunakan tegangan 15 volt. Analisis desain faktorial 23 menunjukkan bahwa kombinasi elektroda Cu, pH 12, dan suhu 70°C menghasilkan laju penurunan kadar MB tertinggi dengan tetapan laju sebesar 0,0841 L/mol.menit. Hasil analisis desain faktorial menunjukkan bahwa suhu menjadi faktor utama yang paling berpengaruh dalam proses elektroagulasi. Energi aktivasi elektroda Al berkisar antara 2,335-2,27 kJ/mol, sedangkan untuk elektroda Cu antara 1,758 kJ/mol-1,467 kJ/mol dengan nilai faktor pra-eksponensial yang bervariasi sesuai pH.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2509070004
Keyword
Desain Faktorial Elektrokoagulasi Jenis Elektroda Metilen Biru pH Suhu