Pra Rancangan Pabrik Asam Sitrat dari Glukosa Melalui Proses Fermentasi dengan Kapasitas 40.000 Ton/Tahun
Asam Sitrat (C6H8O7) dapat diproduksi dengan beberapa proses kimia, salah satu reaksi pembentukan asam sitrat adalah fermentasi glukosa dengan bantuan Aspergillus niger. Asam sitrat memiliki banyak kegunaan dan dapat dijadikan sebagai bahan baku industri kimia. Asam sitrat dapat digunakan sebagai pengatur keasaman, pengawet alami, bahan pembersih kerak, dan lain sebagainya. Pabrik ini akan memproduksi asam sitrat dengan bahan dasar glukosa dengan kapasitas 40.000 ton/tahun. Operasional pabrik direncanakan berlangsung secara berkelanjutan selama 330 hari per tahun berlokasi di area kawasan industri Cilegon dengan pertimbangan jarak dengan bahan baku dan transportasi. Bahan baku pada perancangan ini terdiri dari glukosa sebanyak 6.552,731 kg/jam. Reaksi berlangsung secara eksotermis pada bioreaktor alir tangki berpengaduk dengan temperatur 30°C dan tekanan 1 atm dengan kebutuhan air pendingin sebesar 2.590,117 kg/jam. Sistem utilitas pada pabrik ini menggunakan air domestik dengan kebutuhan 3.267,627 kg/jam, steam sebanyak 53.065,327 kg/jam, bahan bakar solar 835 kg/jam dan kebutuhan udara proses sebanyak 12.581,658 kg/jam. Kebutuhan listrik yang dibutuhkan oleh pabrik untuk kebutuhan proses, utilitas dan penunjang lainnya sebesar 545,545 kWh. Hasil perhitungan evaluasi ekonomi didapatkan bahwa nilai persentase return on investment (ROI) setelah pajak 25,32%, pay out time (POT) setelah pajak selama 3,36 tahun, break even point (BEP) sebesar 37,63%, shut down point (SDP) sebesar 17,13
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2508290018
Keyword
asam sitrat Aspergillus niger eksotermis fermentasi glukosa