(0721) 8030188    [email protected]   

STUDI KARAKTERISTIK FISIK FRAGMEN VULKANIK HASIL ERUPSI GUNUNG API DI PULAU TERNATE DAN TIDORE, MALUKU UTARA


Pulau Ternate dan Pulau Tidore memiliki ketidakkeseragaman aktivitas vulkanik yang dibuktikan dengan adanya Kaldera Telaga dan kerucut sempurna yaitu Gunung Gamalama dan Gunung Kie Matubu. Pada daerah penelitian ditemukan jejak geologi berupa bentuk kaldera dan endapan vulkanik yang tersebar luas menjadikan daerah penelitian dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pengendapan produk vulkanik, tipe erupsi, dan dinamika erupsi melalui analisis fisik pada fragmen vulkanik. Analisis dilakukan dengan beberapa metode analisis berupa korelasi stratigrafi, distribusi ukuran butir, analisis komponentri, dan analisis tekstural. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data lapangan dari 10 stasiun penelitian, meliputi 10 singkapan kolom stratigrafi, data ukuran butir, data komponen, serta data tekstur batuan vulkanik. Analisis distribusi ukuran butir pada 37 sampel piroklastik didapatkan nilai median berkisar -4,2 – 3,6 (<64>0,062 mm), menunjukkan ukuran butir debu – lapili. Sedangkan nilai standar deviasi berkisar antara 1,5 – 3,3, tingkat keseragaman butir tersortir baik hingga buruk. Pada analisis komponentri didapatkan 6.444 butir fragmen vulkanik yang terdiri dari 3 komponen utama berupa batuapung, skoria, dan litik. Analisis tekstur vesikular dari 6 sampel batuapung sedikit kristal menghasilkan nilai PVND berkisar antara 1,78 × 1010 hingga 6,76 × 1010 m-³, dan nilai MVND berada dalam kisaran 2,68 × 1014 hingga 8,58 × 1014 m-³. Secara stratigrafis, endapan yang dikaji menunjukkan bahwa terdapat 25 lapisan terbentuk secara jatuhan dan 12 lapisan terbentuk secara surge. Pada 18 lapisan yang diamati pada daerah penelitian secara konsisten menunjukkan dominasi letusan magmatik, di mana endapan piroklastik mayoritas terdiri dari fragmen juvenil. Beberapa lapisan juga mengandung litik segar dan litik teralterasi, yang menandakan interaksi dengan batuan lama. Dinamika erupsi yang terekam mencerminkan proses degassing yang cepat sebelum tahap fragmentasi, yang memicu pembentukan vesikel-vesikel kecil dalam jumlah besar di dalam matriks magma. Proses ini pada akhirnya menghasilkan letusan eksplosif berintensitas tinggi, sejalan dengan karakteristik magma yang cepat naik dan mengalami dekompresi mendadak.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2508290014

Keyword
Ternate Tidore fragmen vulkanik feno-vesikel matriks-vesikel