STUDI KARAKTERISTIK FISIK FRAGMEN VULKANIK HASIL
ERUPSI GUNUNG API DI PULAU TERNATE DAN TIDORE, MALUKU
UTARA
Pulau Ternate dan Pulau Tidore memiliki ketidakkeseragaman aktivitas vulkanik
yang dibuktikan dengan adanya Kaldera Telaga dan kerucut sempurna yaitu
Gunung Gamalama dan Gunung Kie Matubu. Pada daerah penelitian ditemukan
jejak geologi berupa bentuk kaldera dan endapan vulkanik yang tersebar luas
menjadikan daerah penelitian dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas vulkanik
yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pengendapan
produk vulkanik, tipe erupsi, dan dinamika erupsi melalui analisis fisik pada
fragmen vulkanik. Analisis dilakukan dengan beberapa metode analisis berupa
korelasi stratigrafi, distribusi ukuran butir, analisis komponentri, dan analisis
tekstural. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data lapangan dari 10
stasiun penelitian, meliputi 10 singkapan kolom stratigrafi, data ukuran butir, data
komponen, serta data tekstur batuan vulkanik. Analisis distribusi ukuran butir pada
37 sampel piroklastik didapatkan nilai median berkisar -4,2 – 3,6 (<64>0,062
mm), menunjukkan ukuran butir debu – lapili. Sedangkan nilai standar deviasi
berkisar antara 1,5 – 3,3, tingkat keseragaman butir tersortir baik hingga buruk.
Pada analisis komponentri didapatkan 6.444 butir fragmen vulkanik yang terdiri
dari 3 komponen utama berupa batuapung, skoria, dan litik. Analisis tekstur
vesikular dari 6 sampel batuapung sedikit kristal menghasilkan nilai PVND berkisar
antara 1,78 × 1010 hingga 6,76 × 1010 m-³, dan nilai MVND berada dalam kisaran
2,68 × 1014 hingga 8,58 × 1014 m-³. Secara stratigrafis, endapan yang dikaji
menunjukkan bahwa terdapat 25 lapisan terbentuk secara jatuhan dan 12 lapisan
terbentuk secara surge. Pada 18 lapisan yang diamati pada daerah penelitian secara
konsisten menunjukkan dominasi letusan magmatik, di mana endapan piroklastik
mayoritas terdiri dari fragmen juvenil. Beberapa lapisan juga mengandung litik
segar dan litik teralterasi, yang menandakan interaksi dengan batuan lama.
Dinamika erupsi yang terekam mencerminkan proses degassing yang cepat
sebelum tahap fragmentasi, yang memicu pembentukan vesikel-vesikel kecil dalam
jumlah besar di dalam matriks magma. Proses ini pada akhirnya menghasilkan
letusan eksplosif berintensitas tinggi, sejalan dengan karakteristik magma yang
cepat naik dan mengalami dekompresi mendadak.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2508290014
Keyword
Ternate Tidore fragmen vulkanik feno-vesikel matriks-vesikel