Penggunaan perekat berbasis formaldehida yang marak di industri telah menimbulkan kekhawatiran karena dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan yang merugikan. Oleh karena itu, pengembangan alternatif bebas formaldehida, seperti perekat poliuretan menjadi solusi. Namun, ketergantungan pada sumber daya fosil untuk produksi poliuretan mengharuskan eksplorasi sumber daya terbarukan seperti minyak jelantah. Pembuatan perekat poliuretan berbasis minyak jelantah meggunakan dua faktor yaitu formulasi rasio minyak jelantah dan poliol (80:20, 60:40, 40:60, dan 20:80) dan rasio konsentrasi MDI (50