(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Konsep Revitalisasi Pasar Mangga Dua Telukbetung Berbasis Livability di Ruang Publik


Dalam konteks ruang publik, Paasch (2015) mendeskripsikan livability sebagai tingkat hidupnya ruang publik yang ditandai jumlah dan frekuensi kunjungan ke dalamnya. Melalui studi literatur pada penelitian yang telah dilakukan oleh lembaga dan peneliti lain sebelumnya, Paasch merumuskan lima dimensi livability yang dibuktikan melalui kuesioner ketertarikan pengunjung. Lima dimensi livability tersebut meliputi access, comfort, function, maintenance, dan sociability yang dapat dijabarkan menjadi elemen-elemen penarik kunjungan pada ruang publik, seperti plaza dan pasar. Dalam penelitian ini, kelima dimensi livability yang dikemukakan Paasch dijadikan acuan dalam revitalisasi Pasar Mangga Dua Telukbetung yang terletak di Kota Bandarlampung. Pasar Mangga Dua Telukbetung dan kawasan pertokoan di sekitarnya dicitrakan sebagai salah satu wujud kawasan perdagangan yang diamanatkan dalam RPJPD Kota Bandarlampung Tahun 2005-2025. Kawasan ini juga dikelilingi berbagai situs cagar budaya yang kaya sejarah sehingga berpotensi besar menjadi pusat perbelanjaan di Telukbetung Selatan. Sayangnya, kawasan ini telah lama sepi meskipun memiliki potensi tinggi untuk berkembang. Pada tahun 2020, Pemerintah Kota Bandarlampung mendukung penggiatan wisata dari tingkat kelurahan dengan ditetapkannya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di seluruh kelurahan di Bandarlampung. Dengan keberadaan cagar budaya Vihara Thay Hin Bio dan Masjid Jami Al Anwar yang bernilai sejarah tinggi serta dukungan Pemerintah Kota Bandarlampung dalam mendorong pariwisata, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep yang mampu memanfaatkan potensi Pasar Mangga Dua Telukbetung sehingga dapat mendorong aktivitas ekonomi intrakawasan dan memicu perkembangan UKM lokal. Penelitian ini berfokus pada livability di ruang publik yang diidentifikasi sebagai salah satu faktor pendorong aktivitas perdagangan dan jasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan analisis isi, analisis deskriptif, serta analisis SWOT yang disesuaikan dengan metode dipilih. Penelitian ini memiliki tiga sasaran yaitu identifikasi potensi dan masalah, penyusunan konsep perancangan, dan perumusan panduan rancangan pada kawasan studi. Hasilnya, diperoleh visi bahwa Pasar Mangga Dua Telukbetung dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata belanja yang yang nyaman, berkarakter khas, dan memberikan pelayanan optimal untuk mendorong pengembangan UKM lokal. Visi tersebut dikembangkan dengan hasil akhir pedoman umum yang mengacu pada Pedoman RTBL 2007 serta rekomendasi revitalisasi bagi Pemerintah Kota Bandarlampung, Sektor Privat, serta Pokdarwis Kelurahan Pesawahan, Bandarlampung.

Publisher


URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2110240001

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota