(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Evaluasi Bus Transit sebagai Pendukung Pergerakan Kawasan Peri-Urban Kota Palembang (Studi Kasus: Trayek Bus Transit Pemkot Palembang/Bus Biru Koridor 3 dan Bus Transit Buy The Service/Bus Merah Koridor 3)


Dalam ruang lingkup transportasi umum, terdapat tiga pihak yang terlibat, yaitu operator (pengelola), regulator (pemerintah), dan user (pengguna). Hubungan yang kondusif dan kesinambungan harus tercipta di dalamnya untuk menghindari adanya permasalahan pada komponen sistem transportasi (Tamin, 1999). Pentingnya peranan transportasi harus diimbangi dengan keterlibatan/partisipasi aktif dari pihak terkait didalamnya (Warpani, 2002). Bus Transit merupakan moda transportasi umum yang aman, cepat, dan fleksibel. Bus Transit juga merupakan moda transportasi yang dapat diakses dan digunakan oleh masyarakat dengan ekonomi/penghasilan menengah kebawah, dengan harga dan tarif yang lebih terjangkau. Kota Palembang merupakan kota metropolitan dengan wilayah yang terbagi dalam dua bagian, yaitu wilayah Seberang Ulu dan wilayah Seberang Ilir. Kedua wilayah tersebut dipisahkan oleh Sungai Musi dengan Seberang Ilir merupakan wilayah dengan keberadaan pusat Kota Palembang dan Seberang Ulu merupakan wilayah peri-urban (pinggiran) Kota Palembang. Oleh karena itu dibutuhkan moda transportasi yang efektif dan efisien agar bisa berfungsi sebagai moda penghubung antar wilayah tersebut. Penelitian ini berfokus pada Evaluasi Bus Transit di Kota Palembang dengan studi kasus; Bus Transit Pemerintah Kota Palembang (Bus Biru) koridor 3 (PS Mall-Terminal Plaju) dan Bus Trans Musi BTS (Buy The Service)/bus merah koridor 3 (Terminal Plaju-Jakabaring). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi Bus Transit sebagai moda angkutan perkotaan yang mendukung pergerakan kawasan peri-urban (pinggiran) berdasarkan perspektif operator, regulator, dan user di Kota Palembang. Penelitian ini bersifat deduktif kuantitatif. Bersifat deduktif yaitu metode berpikir deduktif dengan pengumpulan beberapa variabel yang didapatkan dari beberapa kajian literatur. Hasil Analisis menunjukkan bahwa hasil Evaluasi dari kedua jenis Bus Transit menunjukkan tingkat kinerja pelayanan dan finansial dari perspektif Regulator, Operator, dan User masih harus diperbaiki dan ditingkatkan, dikarenakan masih terdapat beberapa variabel yang tidak sesuai standar ketentuan dan harapan pengguna. Sehingga disimpulkan dari hasil analisis Evaluasi Bus Transit menunjukkan bahwa kinerja yang ada masih belum efektif dan efesien untuk mendukung pergerakan kawasan Peri-Urban di Kota Palembang. Kata Kunci: Regulator, Operator, User, Evaluasi Bus Transit, Peri-Urban

Publisher


URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2108260050

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota