(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Geologi dan Hidrogeologi Daerah Padang Cermin Utara, Kabupaten Pesawaran, Lampung


Pemukiman Daerah Padang Cermin Utara yang sebagian besar terletak di pesisir pantai merupakan daerah dengan tingkat penggunaan airtanah yang cukup tinggi. Secara umum airtanah digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri, pariwisata dan kebutuhan sehari-hari. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi klasifikasi geomorfologi dan pemetaan geologi satuan batuan tidak resmi serta mengetahui sistem hidrogeologi dan penyebaran intrusi air laut berdasarkan kualitas airtanah. Pengamatan hidrogeologi dilakukan secara kualitatif berdasarkan parameter TDS (Total Dissolved Solid), EC (Electrical Conductivity), pH, suhu, warna, dan rasa yang dihubungkan dengan data kuantitatif sumur gali/bor dengan Metode Herzberg sehingga didapatkan ketebalan air tawar terhadap intrusi air laut. Berdasarkan pengamatan geologi di daerah penelitian terdapat 7 satuan batuan tidak resmi yang diendapkan dari Paleosen Akhir hingga Holosen. Hubungan stratigrafi dari tua ke muda yaitu, pada awal dimulai dengan pengendapan dari produk vulkanik berupa Satuan Tuf A, Satuan Lava Basal, dan Satuan Aglomerat diendapkan pada Paleosen Akhir – Oligosen Awal. Satuan Tuf B merupakan produk aktivitas vulkanik yang diendapkan pada Pliosen Akhir – Plistosen Awal yang kemudian diikuti dengan pengendapan Satuan Breksi Vulkanik dan dilanjutkan pengendapan Aluvium Sungai dan Aluvium Pantai pada kala Holosen. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian memiliki 6 yaitu, Sesar Normal Menganan Munca, Sesar Geser Sukajaya, Sesar Geser Menganan Kota Karang, Sesar Geser Menganan Ragom Teluk, Sesar Geser Menganan Talang Mulya, dan Gawir Gebang. Secara hidrogeologi daerah penelitian memiliki 4 sistem akuifer yaitu, akuifer dengan aliran melalui celah dan ruang antar butir, akuifer dengan aliran melalui ruang antar butir produktivitas penyebaran luas, akuifer dengan aliran melalui ruang antar butir produktivitas setempat, dan akuifer dengan airtanah langka. Aliran airtanah memiliki pola radial dengan gradien hidrolik terbesar dengan nilai 0,16 m mengarah timur daerah penelitian. Berdasarkan hasil pengukuran airtanah terdapat beberapa sumur gali menggunakan Metode Herzberg didapatkan ketebalan airtanh sebesar 36,8 m. Beberapa sumur gali di daerah penelitian memiliki TDS dan EC sebesar 1443 – 3790 ppm dan 3000 – 7580 (μS) sehingga menandakan adanya indikasi intrusi air laut. Kondisi airtanah yang terintrusi tersebut berada di endapan aluvial pantai pada akuifer bebas.

Publisher


URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2102140003

Collection
Teknik Geologi