(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Kajian Moda Shuttle Wisata dalam Mendukung Konektivitas antar Daya Tarik Wisata Unggulan di Kabupaten Lampung Selatan


Pengembangan sektor pariwisata banyak bergantung pada ketersediaan transportasi. Kemajuan fasilitas transportasi akan mendorong kemajuan sektor pariwisata dan sebaliknya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS,2015) , sebelas provinsi di Indonesia yang paling sering dikunjungi oleh para wisatawan adalah Bali, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Banten dan Sumatera Barat. Provinsi Lampung adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan dengan dua kawasan strategis pariwisata berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan yaitu Kawasan Kalianda dan sekitarnya serta Kawasan Krakatau-Selat Sunda dan sekitarnya. Dari berbagai daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan terdapat enam daya tarik wisata unggulan yang paling sering dikunjungi wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara menurut data dari Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Lampung Selatan yaitu adalah Dermaga Bom Kalianda, Kalianda Resort (Grand Elty), Pantai Embe, Pantai Kahai, Pemandian Air Panas Way Belerang, dan Makam Radin Inten II. Terbentuklah rumusan masalah dala penelitian ini yaitu bagaimana kajian moda shuttle wisata dalam mendukung konektivitas antar daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Lampung Selatan dengan tujuan yaitu untuk mengkaji moda shuttle wisata dalam mendukung konektivitas antar daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif, metode trip distribution, dan analisis rencana shuttle wisata. Demi menunjang potensi - potensi daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan dibutuhkan moda transportasi yang dapat menghubungkan lokasi daya tarik wisata satu dengan lokasi daya tarik wisata lainnya sehingga masyarakat lebih mudah dan tidak hanya bergantung kepada transportasi pribadi. Berdasarkan penelitian maka rencana moda shutstle wisata akan menghubungkan enam lokasi daya tarik wisata dengan demand wisatawan yang cukup besar di antara daya tarik wisata lainnya di Kabupaten Lampung Selatan. Sehingga hasil dari penelitian ini yaitu terbentuk pola perjalanan (travel pattern) dan perencanaan angkutan shuttle wisata agar dapat mendukung konektivitas antar daya tarik wisata tersebut.

Publisher


URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2101060003

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota